Wakil PresidenDirektur BCA Eugene Keith Galbrarith mengatakan, tahun ini merupakan kali kelima BCA masuk daftar 2000 perusahaan publik terbesar sedunia menurut majalah Forbes. Menurut Eugene, tidak semua perusahaan bisa meraih penghargaan tersebut.
"BCA menjadi salah satu dari enam perusahaan di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut. Dibandingkan tahunlalu, peringkat BCA membaik, naik 10 peringkat dari 630 pada 2015 menjadi peringkat 620 pada 2016," kata Eugene pada acara Recognition Dinner Forbes Global 2000 Awards di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 28 Juli 2016.
Forbes memilih 2000 perusahaan publik terbesardari 63 negara. Perusahaan-perusahaan tersebut dipilih berdasarkan empat kriteria utama yakni di antaranya penjualan, laba, aset, serta nilai pasar.
Eugene mengungkapkan, keberhasilan BCA dalam meraih penghargaan ini menjadi bukti kinerja positif yang diraih oleh BCA.Sebab, BCA dianggap mampu menyalurkan kredit secara hati-hati dan pengelolaan aktif dana pihak ketiga.

"Pada semester I 2016, BCA mencatat peningkatan laba bersih sebesar 12,1 persen menjadi Rp9,6 triliun dari Rp8,5 triliun pada periode yang sama pada tahun sebelumnya," ucap Eugene.
Untuk mempertahankan kinerja yang positif tersebut, BCA akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola usaha dan memanfaatkan berbagai peluang bisnis bagi pertumbuhan pada masa mendatang.
Tidak hanya itu, BCA juga akan terus melakukan investasi untuk memperkuat kapabilitas perbankan transaksi dan infrastruktur kredit, sejalan dengan prospek jangka panjang industri perbankan Indonesia.
"Pengembangan sumber daya manusia, penyelarasan organisasi, serta peningkatan efisiensi operasional merupakan faktor penting untuk semakin memperkuat posisi BCA sebagai bank terkemuka di Indonesia," ujar Eugene.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News