Selain mampu bersaing di antara merek lokal, ketiga merek tersebut juga sukses bersaing dengan merek asing.
“Saat ini adalah era online-offline. Pesaing kian banyak. Teknologi kian maju. Gejolak pasar pun kian besar,” kata Chairman & Founder MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya.
Menurut Hermawan, agar sebuah merek bisa kuat, merek harus mengintegrasikan teknologi daring (online) dengan offline. Selanjutnya, merek juga harus memiliki gaya sendiri.
“Ini era media sosial. Jika pelanggan tak suka dengan tampilanmu, mereka tak akan menunjukkan ketertarikan pada merekmu,” ujar Hermawan.
Merek juga harus punya karakter layaknya manusia, serta menjadikan pelanggan sebagai teman, bukan raja. Meski internet penting untuk produktivitas dan efektivitas, merek tetap perlu mendapat sentuhan human-to-human agar lebih berkelanjutan.
Garuda Indonesia, Aqua, dan Alfamart menjadi merek yang sudah terbukti menerapkannya dan dinilai kuat menghadapi gejolak pasar saat ini. “Ini membuktikan merek lokal mampu bersaing dengan merek internasional,” katanya.
Soal Garuda Indonesia, Senior Manager Pre and Post Flight Services Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengakui bahwa Garuda Indonesia mengalami turbulensi pasar setahun terakhir.
Banyak segmen pemerintah turun kelas, dari bisnis menjadi ekonomi. Begitu pula perusahaan multinasional dan migas yang pindah ke maskapai low cost carrier, karena sektor migas terpuruk.
“Meski begitu, kami tetap konsisten fokus dengan segmen pasar yang disasar, yaitu pasar menengah ke atas. Citra merek dan pelayanan kami tak ada yang berubah meski, pasar sedang goyang,” ucap Pikri Ilham.
Sumber: smart-money.co
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News