Manajemen Buana Finance usai RUPST (Foto: MTVN/Angga Bratadharma)
Manajemen Buana Finance usai RUPST (Foto: MTVN/Angga Bratadharma)

Kuartal I-2017

Buana Finance Catat Volume Pembiayaan Baru Rp946,8 Miliar

Ekonomi multifinance
Angga Bratadharma • 23 Mei 2017 13:47
medcom.id, Jakarta: PT Buana Finance Tbk (BBLD) mencatat volume pembiayaan baru sebesar Rp946,8 miliar di kuartal I-2017. Adapun perolehan tersebut mengalami pertumbuhan sebanyak 179,2 persen dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp339,1 miliar.
 
"Untuk piutang yang dikelola mencapai sebesar Rp3,9 triliun atau naik 11,9 persen terhadap total piutang pada akhir 2016 dengan komposisi portofolio pembiayaan konsumen telah mencapai 44,8 persen dari sebelumnya 35,1 persen," kata Direktur Utama Buana Finance Yannuar Alin, di Gedung World Trade Center, Jakarta, Selasa 23 Mei 2017.
 
Sementara itu, laba setelah pajak di kuartal I-2017 turut meningkat sebanyak 27 persen menjadi sebesar Rp26,3 miliar dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,7 miliar. Modal atau ekuitas tercatat sebesar Rp1,13 triliun dan utang bank dan medium term notes mencapai sebesar Rp2,85 triliun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yannuar mengatakan, dengan rasio gearing atau debt to equity ratio sebesar 2,52 kali maka Buana Finance memiliki tingkat permodalan yang cukup kuat guna melakukan perluasan usaha. Adapun langkah itu dengan harapan bisa mencapai sejumlah target bisnis yang sudah dicanangkan untuk sepanjang tahun ini.
 
"Saat ini, Buana Finance telah memiliki 29 kantor cabang dan kantor pemasaran yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia," tegas Yannuar.
 
Di sisi lain, Buana Finance mencatat laba bersih sebesar Rp53,42 miliar dari total pendapatan yang sebesar Rp510,8 miliar. Tidak ditampik, laba bersih itu lebih rendah sebanyak 13,8 persen dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp61,97 miliar sehalan dengan pendapatan yang sedikit melemah sebanyak 3,47 persen.
 
Namun demikian, Yannuar meyakini, pertumbuhan portofolio pembiayaan di 206 akan mulai menunjukkan dampak pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada 2017. Oleh sebab itu, RUPS yang diadakan 23 Mei 2017 telah memutuskan untuk membagukan dividen sebesar Rp26,3 miliar atau setara dengan Rp16 per lembar saham.
 
Selain itu, RUPS Buana Finance juga memutuskan adanya perombakan jajaran pengurus di mana untuk posisi Direktur Utama Buana Finance akan dijabat oleh Yannuar Alin yang sebelumnya merupakan Direktur Pembiayaan Konsumen. Perombakan ini diharapkan memberi efek positif bagi gerak bisnis di masa mendatang.
 
Sementara posisi komisaris utama akan dijabat oleh Siang Hadi Widjaja menggantikan Tjan Soen Eng yang akan kembali menjabat sebagai komisaris. Keputusan perubahan pengurus ini dikondisikan dengan adanya persetujuan terlebih dahulu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pemenuhan persyaratan pengujuan kemampuan dan kepatutan.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif