Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar. (FOTO: dok Kemenperin)
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar. (FOTO: dok Kemenperin)

Pemilu-Ramadan Akan Dorong Industri Mamin dan Tekstil

Ekonomi industri makanan industri tekstil pemilu serentak 2019 Ramadan 2019
Nia Deviyana • 29 April 2019 15:37
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis momentum pemilihan umum (pemilu) dan Ramadan berdampak positif pada industri makanan dan minuman (mamin) pada semester I-2019. Pertumbuhan positif juga diproyeksikan untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT).
 
"Kami meyakini konsumsi produk-produk sektor industri itu semakin meningkat, terutama di pasar domestik. Hal ini seiring pelaksanaan pemilu dan masuknya bulan Ramadan," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar melalui keterangan tertulisnya, Senin, 29 April 2019.
 
Haris menjelaskan selama ini industri mamin dan TPT konsisten memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan sektor nonmigas dan ekonomi nasional. Kemenperin mencatat sepanjang 2018, pertumbuhan industri TPT sebesar 8,73 persen. Sedangkan industri mamin di angka 7,91 persen. Capaian ini melampaui pertumbuhan ekonomi pada tahun lalu yang menembus 5,17 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami berharap, industri mamin akan tumbuh sembilan persen lebih. Pertumbuhan sektor ini juga ditopang karena adanya peningkatan investasi, termasuk di industri TPT serta alas kaki," ungkapnya.
 
Selain itu Haris juga optimistis beberapa sektor manufaktur lainnya seperti industri logam, petrokimia, elektronika, dan otomotif akan menunjukkan geliat positif.
 
"Sektor-sektor tersebut yang memang kami prioritaskan pengembangannya agar lebih berdaya saing global, sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0," ujarnya.
 
Oleh karena itu, pihaknya bertekad untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan dalam perizinan usaha.
 
"Yang sudah bisa kita lihat bahwa pemilu berjalan aman dan lancar. Artinya, dari sisi sosial, politik dan ekonomi, akan terjadi hal yang baik. Untuk itu, kepercayaan kepada pemerintah harus terus dijaga. Program yang sudah berjalan baik, perlu didukung," paparnya.
 
Selain itu pemerintah juga akan memberikan keyakinan kepada para investor bahwa mereka bisa berbisnis di Indonesia dengan aman, di samping juga memberikan insentif."Misalnya yang akan dikeluarkan, yakni super deductible tax untuk mendukung inovasi dan vokasi industri," imbuhnya.
 
Seiring dengan bergulirnya era digitalisasi, pemerintah aktif mengajak pelaku industri nasional agar dapat memanfaatkan teknologi terkini. Penerapan teknologi industri 4.0 ini guna meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien.
 
"Pemerintah terus mendorong apabila ada investasi yang masuk, harus ada transfer teknologi," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif