Sriwijaya Air. Dok;MI.
Sriwijaya Air. Dok;MI.

Sriwijaya Air Berharap Harga Avtur Turun

Ekonomi Avtur
Annisa ayu artanti • 14 Februari 2019 18:16
Jakarta: Maskapai Sriwijaya Air berharap harga bahan bakar pesawat atau avtur bisa turun seiring keputusan penurunan harga tiket pesawat. Hari ini, Sriwijaya Air di bawah naungan Garuda Indonesia Group memutuskan menurunkan harga tiket pesawat.
 
Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adriaan Saul mengatakan demikian pasalnya jika harga avtur tersebut tak kunjung turun akan membebani kinerja keuangan perusahaan.
 
"Kami mengharapkan harga avtur pun ikut turun sehingga bisa sedikit mengurangi tekanan kepada financial kami," kata Joseph kepada Medcom.id, Kamis, 14 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Joseph menjelaskan, bagi Sriwijaya avtur merupakan beban utama dalam menjalankan bisnis industri penerbangan tersebut. Ia menyebutkan persentase beban avtur sebesar 40 persen.
 
Setelah avtur, katanya beban berikutnya adalah biaya penyewaan (leasing) pesawat sekitar 15 sampai 20 persen. Perusahaan berharap pemerintah bisa menurunkan harga avtur tersebut.
 
"Kita mengharapkan avtur juga turun," ungkap dia.
 
Lebih lanjut, Joseph menilai, opsi Presiden Joko Widodo untuk membuka kesempatan perusahaan asing masuk menjual avtur akan menyehatkan industri penerbangan Tanah Air. Sebab, dengan adanya perusahaan baru masuk monopoli penjualan avtur oleh PT Pertamina (Persero) akan terhentikan.
 
"Tapi, competition is always good gor customer," ungkap dia.
 
Seperti diketahui, PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) secara resmi menurunkan harga tiket pesawat Garuda Indonesia Group sebesar 20 persen hari ini. Tak hanya harga tiket Garuda Indonesia, penurunan harga tiket ini berlaku juga untuk tiket pesawat Citilink dan Sriwijaya Air-NAM Air Group.
 
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Ari Ashkara menjelaskan, penurunan tarif tiket pesawat ini merupakan tindak lanjut dari inisiasi awal Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang sebelumnya baru berlaku di beberapa rute penerbangan.
 
“Hal tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat dan sejumlah asosiasi industri nasional serta arahan Bapak Presiden RI mengenai penurunan tarif tiket penerbangan," kata Ari.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif