Ilustrasi. FOTO: AirAsia
Ilustrasi. FOTO: AirAsia

Dugaan Suap, Dua Bos AirAsia Mundur Sementara

Ekonomi airasia
Nia Deviyana • 04 Februari 2020 16:56
Kuala Lumpur: CEO AirAsia Group Tony Fernandes dan Chairman Kamarudin Meranun mundur sementara selama dua bulan sembari dilakukannya penyelidikan atas dugaan suap antara AirAsia dengan produsen pesawat terbang Airbus senilai USD50 juta.
 
Kendati demikian, baik Tony maupun Kamarudin akan tetap menjadi penasihat, mengingat keadaan ekonomi yang dihadapi industri penerbangan sedang sulit, demikian pernyataan perusahaan tersebut yang dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 4 Februari 2020.
 
Eksekutif senior perusahaan, Tharumalingam Kanagalingam akan menjadi CEO menggantikan posisi Tony Fernandes dengan perubahan yang segera efektif.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu dalam sebuah pernyataan bersama, Tony dan Kamarudin membantah tuduhan. "Kami tidak akan merugikan perusahaan yang kami bangun sepanjang hidup dan berada pada statusnya di kancah global saat ini," kata mereka.
 
Saham AirAsia dan unit bisnisnya, AirAsia X jatuh pada perdagangan Senin, 3 Februari 2020 setelah tuduhan Britain's Serious Fraud Office (SFO) terungkap Jumat lalu.
 
Saham AirAsia turun 11 persen menjadi 1,27 ringgit, terendah sejak Mei 2016. Sementara saham AirAsia X turun 12 persen ke level terendah sepanjang masa, ke level 11,5 sen ringgit Malaysia.
 
Badan anti-korupsi Malaysia sedang menyelidiki tuduhan itu. AirAsia menyangkal pernah membuat keputusan pembelian yang didasarkan pada sponsor Airbus, dan akan sepenuhnya bekerja sama dengan Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC).
 
Komisi Sekuritas Malaysia mengatakan pada Minggu bahwa pihaknya juga akan memeriksa apakah AirAsia melanggar hukum sekuritas.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif