NEWSTICKER
Ilustrasi Hankook. Foto : AFP.
Ilustrasi Hankook. Foto : AFP.

Produsen Ban Lakukan Pemberdayaan Ekonomi di Kawasan Industri

Ekonomi bkpm investasi asing
Husen Miftahudin • 24 Februari 2020 21:19
Jakarta: Produsen ban asal Korea Selatan, PT Hankook Tire Indonesia (Hankook Tire) merangkul masyarakat sekitar kawasan industri di Desa Cicau, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, lewat program program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui kebun hidroponik.
 
Dalam melaksanakan program ini, Hankook Tire Indonesia bekerja sama dengan yayasan Dompet Dhuafa sebagai mitra pelatihan hidroponik.
 
Kebun hidroponik merupakan salah satu aktivitas pertanian dan perkebunan non-konvensional yang memanfaatkan lahan pemukiman warga di kawasan industri. Peralatan berkebun yang ekonomis yaitu dengan air, tanah, dan pipa membuat kebun hidroponik ini dapat diterapkan oleh masyarakat dari berbagai kalangan dengan memanfaatkan sumber daya yang terbatas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Program desa Binaan Hankook Tire Indonesia memberikan sejumlah pelatihan kepada masyarakat, yaitu penanaman sayuran Hidroponik, pembuatan biopori atau lubang resapan air, pemilihan sampah rumah tangga, penanaman pohon dan tanaman hias, hingga pelatihan pemasaran sayuran," kata Assistant Manager CSR & Public Relations Hankook Tire Indonesia, Ade Mahendra dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Februari 2020.
 
Pada periode program kali ini diikuti sebanyak 30 warga desa, mereka memproduksi berbagai macam sayuran dan tanaman hias. Adapun jenis sayuran tersebut antara lain kangkung, bayam, pakcoy, dan selada air. Sementara tanaman hias antara lain pucuk merah, brokoli kuning, brokoli hijau, bambu air, lavender, dan lainnya.
 
Harga yang diterapkan bagi produksi ini relatif kompetitif dengan harga pasaran, yaitu Rp5 ribu per 200 gram untuk jenis sayuran sawi, pakcoy, dan selada air. Produksi sayuran ini mengedepankan kualitas organik yang tidak menggunakan pestisida dalam proses penanamannya, sehingga meminimalisasi kontaminasi zat kimia yang rentan mengurangi kualitas sayuran.
 
"Kami ingin masyarakat memiliki kesadaran mengelola lingkungan sekaligus mampu berdaya secara ekonomi. Produksi kebun ini dapat dijual kembali ke masyarakat lainnya, bahkan didistribusikan ke pasar maupun pusat perbelanjaan. Selain itu, peserta program juga dapat mengkonsumsi hasil kebun tersebut bagi pemenuhan gizi keluarga," ungkap Ade.
 
Selain kebun hidroponik, Hankook Tire Indonesia juga mendorong masyarakat setempat untuk mengelola sampah melalui pemilihan sampah rumah tangga yang disalurkan ke bank sampah dan komposter. Sampah organik tersebut kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi kegiatan urban farming. Sementara itu, pembuatan biopori air bertujuan meminimalisasi genangan ketika musim hujan datang sehingga kawasan pedesaan dapat bebas dari banjir.
 
"Ke depannya Hankook ingin memperluas area perkebunan, mendirikan sentra tanaman hias serta pupuk kompos, dan memproduksi komoditas lain yang mempunyai nilai jual agar dapat mendukung perekonomian masyarakat lokal. Kami berkomitmen untuk terus menjalankan program ini lewat pendampingan dan pembinaan yang intens kepada masyarakat peserta program," tutupnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif