NEWSTICKER
Illustrasi. Foto : AFP/GREG BAKER.
Illustrasi. Foto : AFP/GREG BAKER.

Perusahaan di Tiongkok Mulai Tidak Mampu Bayar Gaji Karyawan

Ekonomi Virus Korona tiongkok
Nia Deviyana • 19 Februari 2020 15:00
Shanghai: Semakin banyak perusahaan swasta Tiongkok yang memotong upah, menunda pembayaran gaji, dan bahkan tidak membayar gaji staf sepenuhnya. Menyebarnya virus korona membuat perusahaan tidak bisa menutupi biaya tenaga kerja.
 
Untuk memperlambat penyebaran virus yang merenggut lebih dari 2.000 jiwa, otoritas Tiongkok mendorong masyarakat untuk tetap tinggal di dalam rumah. Akibatnya, pusat perbelanjaan dan restoran kosong, taman hiburan dan teater ditutup, masyarakat juga dilarang melakukan perjalanan apabila tidak terlalu penting.
 
Sementara itu, dengan dibatalkannya kelas di sekolah-sekolah koding dan robotika di Hangzhou, karyawan kehilangan 30 persen hingga 50 persen dari upah mereka. Taman hiburan Lionsgate Entertainment World di Zhuhai ditutup, dan para pekerja telah diberitahu untuk cuti yang tidak dibayar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seminggu cuti yang tidak dibayar sangat menyakitkan," kata Jason Lam seperti dilansir dari Livemint, Rabu, 19 Februari 2020.
 
Jason merupakan pria 32 tahun yang cuti sebagai koki di sebuah restoran kelas atas di lingkungan Tsim Sha Tsui, Hong Kong.
 
"Saya tidak punya penghasilan yang cukup untuk menutupi pengeluaran saya bulan ini," imbuh dia.
 
Di seluruh Tiongkok, perusahaan memberi tahu pekerja bahwa tidak ada uang untuk mereka. Perusahaan juga tidak perlu membayar gaji penuh kepada karyawan yang dikarantina dan tidak datang ke tempat kerja.
 
Terlalu dini untuk mengatakan berapa banyak orang yang kehilangan upah akibat wabah virus korona, tetapi dalam survei terhadap lebih dari 9.500 pekerja oleh situs web rekrutmen Tiongkok Zhaopin, kemungkinan jumlahnya lebih dari sepertiganya.
 
Pembekuan gaji adalah bukti lebih lanjut dari pukulan ekonomi ke sektor swasta Tiongkok, yang utamanya terjadi di kalangan perusahaan kecil. Hal ini juga diprediksi akan berdampak pada tingkat stres yang tinggi akibat PHK dan ketidakstabilan gaji.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif