"Tim Dinas Peternakan Jatim sudah bertandang ke Lumajang untuk persiapan penetapan rumpun ras Etawa Senduro sebagai sumberdaya genetik lokal," kata Kabag Humas Kabupaten Lumajang Eddy Hozaini, Selasa (13/5/2014).
Pemerintah Kabupaten Lumajang akan terus mengembangkan kambing Etawa ras Senduro. Karena secara alami memiliki keunggulan sebagai kambing perah seperti jenis kambing etawa lainnya, yakni Kaligesing.
"Sesuai rencana, kambing Etawa Senduro akan dipatenkan sebagai ras nasional oleh Kementan. Tim dari Jakarta dikabarkan akan turun ke Lumajang pada akhir Mei atau awal Juni 2014," jelas Eddy, seperti ditulis Antara.
Kambing Etawa di lereng Gunung Semeru itu dinilai istimewa dan mempunyai ciri-ciri khusus, yakni dominan berwarna putih, postur tubuhnya cukup besar dan hanya dapat dijumpai di Kecamatan Senduro.
"Informasi dari peternak, kambing Etawa Senduro dapat tumbuh hingga beratnya mencapai 170 kilogram. Tidak heran kambing tersebut banyak diburu oleh para peternak di dalam dan luar negeri seperti dari Malaysia," paparnya.
Kabid Usaha Tani Ternak Dinas Peternakan Lumajang Wiwien Kuswintarsih mengatakan pihaknya berusaha mempertahankan populasi ternak kambing asal Senduro-Lumajang dengan cara mempertahankan indukan Etawa Senduro. Mereka diberikan penyuluhan cara pembibitan kambing Etawa itu.
"Bibit ternak Etawa Senduro dilarang dikirim ke luar negeri dan dilakukan 'check point' di delapan titik bagi ternak-ternak yang keluar dari Jatim, serta digencarkan agrobisnis ternak kambing Etawa Senduro di pedesaan
melalui anggaran APBD Lumajang dan APBD Jatim," jelas Wiwien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News