NEWSTICKER
Direktur Eksekutif Yayasan Dompet Dhuafa Imam Rulyawan (kedua dari kiri). FOTO: dok Dompet Dhuafa.
Direktur Eksekutif Yayasan Dompet Dhuafa Imam Rulyawan (kedua dari kiri). FOTO: dok Dompet Dhuafa.

Wakaf Bisa Jadi Alat untuk Pemerataan Ekonomi

Ekonomi wakaf ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 27 September 2019 12:35
Jakarta: Potensi wakaf di Indonesia dinilai masih sangat besar dan bisa menjadi alat untuk pemerataan ekonomi. Sayangnya wakaf masih dipandang sebagai sebuah ibadah yang identik dengan makam, masjid, madrasah, karena kurangnya literasi masyarakat terkait pemanfaatan wakaf.
 
Direktur Eksekutif Yayasan Dompet Dhuafa Imam Rulyawan mengatakan penyaluran wakaf masih didominasi melalui aset tidak bergerak (wakaf sosial). Padahal wakaf produktif atau wakaf uang sangat memiliki peran bukan hanya kebermanfaatan pada masyarakat, tapi juga mengembangkan surplus investasi wakaf.
 
"Hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang wakaf. Dan masih rendahnya pertumbuhan entrepreneur yang dapat membantu dalam pengembangan wakaf produktif," kata dia dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 27 September 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI) potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp2.000 triliun dengan luas tanah wakaf mencapai 420 ribu hektare (ha). Sementara potensi wakaf uang bisa menembus kisaran Rp188 triliun per tahun. Padahal saat ini potensi wakaf yang terealisasi baru Rp400 miliar.
 
Di sisi aset wakaf tanah sebanyak 337 bidang masih belum bersertifikat dan baru 168 bidang tanah yang sudah bersertifikat. Data Kementerian Agama menyebutkan, jumlah tanah wakaf mencapai 161.579 ha dengan luas aset wakaf yang tersebar di 366.595 lokasi.
 
Dompet Dhuafa telah mengembangkan program berbasis wakaf produktif. Di antaranya, RS Rumah Sehat Terpadu Parung, Bogor, yang telah melayani lebih dari 15 ribu dhuafa per bulan. Dompet Dhuafa juga mengembangkan Kampung Agroindustri di Kebun Indonesia Berdaya, Subang, Jawa Barat.
 
Di bidang pendidikan, Dompet Dhuafa mengembangkan wakaf produktif pada Sekolah SMART Ekselensia Parung dan Cibinong, serta Pesantren Hafidz Village yang akan dibangun di Lido, Jawa Barat. Selain itu, Dompet Dhuafa juga melakukan pengembangan Sentra Ternak, Perikanan, Kampung Wisata, dan Pemberdayaan Ekonomi lainnya yang memberikan dampak sosial ekonomi yang luas, khususnya dalam pengentasan kemiskinan.
 
"Memasuki era revolusi industri 4.0, sudah semestinya wakaf produktif menjadi sebuah gerakan yang mampu membuat masyarakat lebih sadar terhadap pentingnya wakaf dalam percepatan pertumbuhan ekonomi, dengan menargetkan sejuta wakif untuk mendorong pertumbuhan asset wakaf produktif," jelasnya.
 
Untuk itu, lanjut Imam, Dompet Dhuafa menginisiasi Gerakan 'WakeUp! Wakaf' yang menjadi sebuah momentum bulan wakaf yang berlangsung selama September hingga November. Diharapkan masyarakat dapat mendukung gerakan ini melalui tabungan wakaf, yang memudahkan penyaluran wakaf secara digital.
 
"Dengan kolaborasi dan sinergi yang positif ini, diharapkan bisa membangun ekosistem wakaf dan meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya wakaf produktif," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif