Chief Executive Officer Adira Insurance Julian Noor (kiri) bersama dengan Chief Operation and IT Officer Adira Insurance Donni Gandamana (kanan) (FOTO: Istimewa)
Chief Executive Officer Adira Insurance Julian Noor (kiri) bersama dengan Chief Operation and IT Officer Adira Insurance Donni Gandamana (kanan) (FOTO: Istimewa)

Menyambut Era Penerapan Working at Home

Ekonomi tenaga kerja asuransi umum adira insurance
Angga Bratadharma • 04 Juli 2019 16:36
Jakarta: Era digitalisasi tidak ditampik memberikan dorongan untuk adanya sebuah perubahan, termasuk di Indonesia. Bahkan, industri di Tanah Air perlu menggunakan teknologi agar bisa mempertahankan daya saingnya atau meningkatkan laju bisnis di tengah sengitnya persaingan sekarang ini.
 
PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance), misalnya, memandang teknologi digital merupakan hal penting untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Adira Insurance memandang perubahan perilaku masyarakat harus diperhatikan dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.
 
Chief Executive Officer Adira Insurance Julian Noor mengatakan di era modern seperti saat ini perkembangan teknologi tidak bisa terelakkan. Apalagi sekarang ini model bisnis yang menggunakan teknologi sudah banyak dipergunakan di hampir semua lini, baik transportasi, usaha ritel dan lainnya, maupun untuk jasa keuangan dan asuransi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, penggunaan teknologi ini seharusnya tidak berkutat pada sisi bisnis atau pelayanan kepada nasabah atau pelanggan semata. Para pekerja atau karyawan sebuah perusahaan sepatutnya juga 'menikmati' kehadiran teknologi. Bukan tidak mungkin, teknologi yang berkembang bisa berdampak terhadap peningkatan kemampuan dan loyalitas para pekerja.
 
Berangkat dari latar belakang itu yang sepertinya membuat Adira Insurance tidak hanya memfokuskan perkembangan teknologi untuk bisnis semata. Adira Insurance mulai merambah penggunaan teknologi untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia sebagai aset terpenting yang dimiliki.
 
Salah satu yang mereka lakukan guna meningkatkan produktivitas karyawan adalah menerapkan program Working at Home (WAH). Melalui WAH, Adira Insurance memperbolehkan sejumlah karyawan bekerja dari rumah atau tidak melulu dari kantor. Adira Insurance meyakini WAH memberi efek positif terhadap produktivitas karyawannya.
 
"Dengan WAH, kami berupaya meningkatkan tingkat kepercayaan karyawan agar dapat memberikan layanan yang semakin prima kepada seluruh pelanggan dan business partner. Jadi dapat bekerja di mana saja," kata Julian, di Graha Adira, Jakarta, Kamis, 4 Juli 2019.
 
Julian mengungkapkan, per Mei 2018, terjadi peningkatan produktivitas berkat adanya program ini yakni sebanyak 16 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Adapun guna menunjang program WAH, Adira Insurance merancang ulang situasi tempat kerja dengan mengusung konsep coworking space.
 
Sehingga karyawan dapat bekerja secara nyaman dan efektif. "Memberikan experience terbaik kepada pelanggan, harus dihadapi dengan kesiapan perusahaan baik secara infrastruktur maupun SDM," ujar Julian.
 
Lebih lanjut, Julian mengatakan, dengan adanya teknologi seperti ini diyakini Adira Insurance akan berhasil merebut pasar dan keluar menjadi pemenang di industri asuransi umum. Pasalnya menjadi pemenang di era yang serba digital ini tidak bisa dilawan dengan proses yang konvensional.
 
"Melainkan dengan inovasi, transformasi, dan adaptasi teknologi. Adira Insurance menjadi satu-satunya perusahaan asuransi umum yang memiliki sistem teknologi seperti ini," tukasnya.
 
Menyambut Era Penerapan <i>Working at Home</i>
Ilustrasi (FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma)
 
Sementara itu, sebuah studi dari Cardiff University menemukan bahwa mereka yang bekerja dari rumah cenderung lebih bahagia dengan pekerjaan dan bekerja lebih rajin dibandingkan dengan mereka yang bekerja di kantor. Bahkan, mereka juga cenderung bekerja melebihi jam kerja. Namun ada kemungkinan sulit memisahkan kehidupan rumah dan pekerjaan.
 
Bekerja di rumah memang tengah menjadi tren saat ini. Di Inggris, terjadi penurunan jumlah dalam hal bekerja di kantor sebanyak 75 persen di 2001 dan 66 persen di 2012. Sedangkan jumlah pekerja yang berkerja di rumah meningkat 20 persen di 2003 dan 24 persen di 2015 di Amerika Serikat.
 
Untuk menggali lebih dalam, para peneliti meninjau kembali beberapa penelitian dan survei sebelumnya untuk menghasilkan beberapa kesimpulan berbasis bukti. Salah satu hasilnya, para pekerja merasa diuntungkan dari tren tersebut karena pekerja mereka bisa memperpanjang waktu kerja.
 
"Pekerja jarak jauh cenderung membutuhkan pekerjaan yang membutuhkan kerja keras, di luar jam kerja formal untuk menyelesaikannya," demikian menurut sebuah surat kabar.
 
Sebagai contoh, 39 persen pekerja jarak jauh mengungkapkan mereka sering bekerja jauh di atas jam kerja formal, dibandingkan 24 persen pekerja kantor yang merasakan hal sama. Dan dalam beberapa hal, pekerja jarak jauh juga cenderung merasakan kepuasan kerja lebih tinggi dan senang dengan pekerjan yang dilakukan dibandingkan mereka yang bekerja di kantor.
 
Namun, kecemasan terkait pekerjaan juga lebih tinggi dibandingkan pekerja kantor. Sebuah penelitian menunjukkan kekhawatiran pekerja jarak jauh lebih tinggi, yaitu 44 persen bila dibandingkan pekerja kantoran sebesar 33 persen. Hal ini dikarenakan pekerja jarak jauh lebih sulit melepaskan diri dari pekerjaan.
 
Profesor riset di sekolah ilmu sosial Coauthor Alan Felstead mengatakan pekerja jarak jauh dapat memperoleh keuntungan dengan menemukan cara untuk mengembalikan batas antara pekerjaan dan rumah. "Beberapa orang membuat kantor di rumah, beberapa lainnya membagi ruang lain menjadi kantor seperti menjadikan meja makan sebagai meja kantor," tuturnya.
 
Namun, strategi ini tak selalu menguntungkan perusahaan. Pada 2013, misalnya, Yahoo melarang bekerja dari rumah karena 'kecepatan dan kualitas sering dikorbankan'. Namun secara keseluruhan, para peneliti menyimpulkan bekerja jarak jauh tampaknya menguntungkan bagi pengusaha dan karyawan.
 
"Melepaskan diri dari kewajiban bekerja di kantor tidak dapat disangkal merupakan aspek penting dari mengubah sifat pekerjaan di abad ke-21," kata para peneliti.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif