Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo. Foto : MI/RAMDANI.
Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo. Foto : MI/RAMDANI.

Wamen BUMN: Bahana Induk Holding Asuransi

Ekonomi kementerian bumn holding asuransi
Husen Miftahudin • 16 Januari 2020 16:32
Jakarta: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) akan menjadi perusahaan induk holding BUMN Asuransi. Saat ini proses pembentukan holding dalam tahap penyusunan peraturan pemerintah (PP).
 
"Bahana (induk holding BUMN Asuransi). (Pembentukan holding-nya) segera, prosesnya pembuatan PP sekarang," ujar Kartika ditemui dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Ritz Carlton Pacific Place, Kawasan SCBD, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Anggota holding BUMN Asuransi bakal diisi perusahaan-perusahaan asuransi pelat merah. Kartika menyebutkan, anggota-anggota holding perasuransian tersebut ialah PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo, PT Jasa Raharjo (Persero), dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir memasang target pembentukan holding BUMN Asuransi rampung dalam waktu enam bulan. Langkah ini dilakukan untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
 
"Insyaallah dalam enam bulan ini kita coba persiapkan solusi-solusi yang salah satunya diawali dengan pembentukan holdingisasi pada perusahaan asuransi," ujar Erick di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 18 Desember 2019 lalu.
 
Ia menjelaskan skenario holding perusahaan asuransi pelat merah ini akan menyokong sisi pendanaan. Dana masuk tersebut bakal membantu nasabah dalam mendapatkan kepastian.
 
"Supaya nanti ada cash flow juga membantu nasabah yang hari ini belum mendapat kepastian," ungkapnya.
 
Namun demikian, penyelamatan Jiwasraya tersebut seiring dengan restrukturisasi perusahaan BUMN. Sebab, banyak perusahaan pelat merah yang membutuhkan penyehatan.
 
"Prosesnya diawali nanti dengan restrukturisasi. Sesuai yang diharapkan oleh Bapak Presiden memang bahwa banyak hal-hal yang di BUMN itu harus direstrukturisasi," ucap dia.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif