Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengharapkan agar industri dalam negeri menggunakan komponen-komponen lokal. Guna merealisasikan hal tersebut, Kemenperin mematok Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen.
Ia mengakui, industri nasional saat ini lebih banyak menggunakan komponen luar. Hal ini karena komponen luar dianggap lebih memiliki kualitas tinggi dan berstandar internasional sehingga mampu menciptakan produk industri tersebut laku di pasar global.
"Kita tidak mungkin tidak bergantung, kita pasti bergantung. Tapi jangan sampai kebergantungan itu menjadi mayoritas. Ketergantungan itu harus kita tahan di bawah 50 persen," ujar Putu, dalam Seminar 'Penyusunan Strategi Pengembangan Industri Penunjang Perkeretaapian', di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jumat (11/12/2015).
Dia mencontohkan pada komponen perkeretaapian yang kini masih banyak menggunakan komponen impor seperti baja untuk rel, roda, mesin dan sebagainya. Maka itu, pembangunan pusat pengembangan teknologi dan industri perkeretaapian diharap mampu mendorong penggunaan komponen lokal pada industri kereta api nasional.
"Karena dengan begitu, kami tidak ingin ketika nanti di masa depan ada pertumbuhan penggunaan kereta dan angkutan massal lainnya, tetapi sebagian besar kita harus bergantung pada negara luar. Kita harus siapkan industri komponen itu. Kalau tidak, nanti pertumbuhan ini kembali lagi diisi oleh kesenangan membuat shopping list, ini belanja di negara lain. Ini yang menjadi persoalan kami juga," pungkas Putu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News