Bulan Puasa dan Lebaran tak Berdampak Tinggi ke Inflasi

Dian Ihsan Siregar 02 Mei 2018 16:57 WIB
lebaran
Bulan Puasa dan Lebaran tak Berdampak Tinggi ke Inflasi
BPS (ANT/M Agung Rajasa).
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) memandang momentum puasa dan Lebaran tidak berdampak besar bagi tingkat inflasi. Hal itu disebabkan kedua momentum tersebut terjadi pada pertengahan bulan, sehingga efeknya tidak terlalu tinggi.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Yunita Rusanti‎ menekankan jika puasa dan Lebaran terjadi di awal atau akhir bulan, maka bisa jadi memberikan pengaruh negatif besar bagi tingkat inflasi bulanan.

Walaupun demikian, Yunita mengaku, perhitungan inflasi di puasa dan Lebaran, tiap tahunnya akan dipengaruhi oleh harga komoditas. Makanya, harga komoditas akan dipantau terus selama Mei dan Juni di tahun ini.

"Kalau jatuhnya awal atau akhir bulan, maka akan tinggi sekali di salah satu bulan. Jadi ini agak sedikit terbantu," tutur Yunita, ditemui di Gedung BPS, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

Komoditas yang perlu dipantau saat puasa dan Lebaran seperti daging ayam, telur, daging sapi, kentang, kelapa dan bumbu-bumbuan. Kenaikan harga komoditas, lanjut Yunita, telah terlihat dari pergerakan pasar di April 2018. Bayangkan saja, banyak harga komoditas yang telah naik di bulan lalu, seperti bawang merah, daging ayam ras‎, telur ayam ras, tomat, dan sebagainya.

Meski demikian, dia mengakui, ada beberapa komoditas yang telah mengalami penurunan harga, seperti beras, ikan segar, cabai merah, bayam, kangkung‎, cabai rawit dan lainnya.

"Kelompok makanan mengalami deflasi 0,26 persen, dengan andil inflasi 0,05 persen. Untuk komoditas yang menyumbang inflasi‎ bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, tomat sayur, dan lain-lain," ujar Yunita.

BPS mencatat inflasi sebesar 0,1 persen di April 2018. Sedangkan porsi inflasi tahun kalender di tahun ini mencapai 1,09 persen. ‎Adapun inflasi tahun ke tahun mencapai 3,41 persen.

Harga inflasi tahun ke tahun, dia memandang, masih dalam kondisi yang baik dan terkendali. Karena, jika mengacu target inflasi dalam APBN sebesar 3,5 persen.Inflasi sebesar 0,1 persen, dia menuturkan, disumbang dari total 54 kota, sedangkan deflasi terjadi di 28 kota. Inflasi tertinggi berada di posisi Padang dan Kudus.

"Kedua kota itu menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen," terang dia.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360