Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila (kiri) bersama dengan Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli (tengah) dan Sekretaris Perusahaan Adira Finance Perry B. Slangor (FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma)
Direktur Keuangan Adira Finance I Dewa Made Susila (kiri) bersama dengan Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli (tengah) dan Sekretaris Perusahaan Adira Finance Perry B. Slangor (FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma)

Adira Finance Bukukan Labar Bersih Rp874 Miliar di Semester I-2018

Ekonomi multifinance adira dinamika multifinance
Angga Bratadharma • 27 Juli 2018 18:00
Jakarta: PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) membukukan laba bersih sebesar Rp874 miliar di semester I-2018, di tengah gejolak ekonomi nasional yang merupakan imbas dari ketidakpastian perekonomian global. Angka tersebut tumbuh sebanyak 28 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 yang mencapai Rp681 miliar.
 
"Dengan didorong oleh penyaluran baru yang lebih kuat untuk periode terkait maka pendapatan bunga tumbuh 12 persen menjadi Rp5,2 triliun," ungkap Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli, dalam Media Update: Kinerja Semester I-2018 Adira Finance, di Jakarta, Jumat, 27 Juli 2018.
 
Selanjutnya, tambah Hafid, keputusan melakukan diversifikasi dalam pendanaan telah memberikan Cost of Funds (CoF) yang lebih rendah bagi Adira Finance sebagaimana tercermin pada beban bunga yang turun tiga persen menjadi Rp2,0 triliun. Hal ini menghasilkan pendapatan bunga bersih sebesar Rp3,2 triliun atau naik 23 persen secara tahun ke tahun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak hanya itu, masih kata Hafid, beban operasional naik 13 persen menjadi Rp1,7 triliun yang terutama didorong oleh kenaikan pada beban gaji dan tunjangan seiring dengan adanya penyesuaian pada upah minimum regional, penyesuaian gaji tahunan, dan pelatihan untuk mendukung sumber daya manusia.
 
"Dengan demikian, Adira Finance dapat menutup semester I-2018 dengan kenaikan laba bersih Rp192 miliar atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp874 miliar," kata Hafid.
 
Di sisi lain, pada semester I-2018, Adira Finance mencatat penyaluran pembiayaan baru senilai Rp18,4 triliun. Selain pasar yang lebih kondusif, momen Lebaran juga mendukung pencapaian tersebut. Hafid menilai kondisi dimaksud merupakan pertumbuhan yang signifikan yakni sebesar 17 persen secara tahun ke tahun dibandingkan dengan di semester I-2017.
 
"Dengan demikian, piutang pembiayaan yang dikelola sebesar Rp48,1 triliun atau naik sebanyak delapan persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dan laba bersih mencapai Rp874 miliar," tutur Hafid Hadeli.
 
Adapun pembiayaan mobil baru merupakan kontributor utama pertumbuhan penyaluran pembiayaan yang tumbuh 33 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp4,8 triliun. Selanjutnya kontributor pertumbuhan terbesar yang kedua adalah pembiayaan sepeda motor baru yang naik 20 persen secara tahun ke tahun menjadi Rp6,6 triliun.
 
"Termasuk dengan pembiayaan kendaraan bekas, total pembiayaan mobil mencapai Rp8,0 triliun, sementara total pembiayaan sepeda motor sejumlah Rp9,1 triliun pada semester I-2018," ungkap Hafid.
 
Pertumbuhan kedua portofolio, masih kata Hafid, adalah masing-masing sebesar 26 persen dan 14 persen. Sisanya adalah pembiayaan non-otomotif sejumlah Rp1,2 triliun. Hafid mengklaim pasar otomotif yang lebih kuat telah mendukung Adira Finance dalam pertumbuhan pembiayaan.
 
"Namun, strategi kami memampukan Adira Finance untuk mengoptimalkan kesempatan melalui program consumer sentris, yang kami namakan SOBAT, singkatan dari Sering Order, Banyak Tawaran," pungkas Hafid.
 

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif