medcom.id, Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menargetkan pertumbuhan kredit di 2016 sebesar 10 persen. Namun jika perekonomian tahun depan berjalan lebih baik, BCA optimistis mampu meningkatkan pertumbuhan kredit hingga 14 persen.
"Sementara di kisaran segitu (10 persen), tapi kalau nanti ternyata ekonomi lajunya akan kelihatan trennya membaik, kita sanggup sampai 14 persen," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2015).
Dirinya menambahkan, pemberian kredit tahun depan akan didominasi oleh sektor infrastruktur. Sementara untuk permintaan kredit sektor investasi, dinilai masih akan berjalan stagnan dan dalam jumlah belum terlalu besar.
"Dalam situasi begini kalau infrastruktur jalan kemungkinan bannyak permintaan dari infrastruktur. Dari investasi kalau dilihat ada permintaan investasi tapi belum dalam jumlah yang terlampau besar," jelas dia.
Sementara untuk sektor konsumsi, menurut Jahja masih akan bergantung pada perekonomian. Apabila Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) berjalan lancar akan meningkatkan daya beli masyarakat.
"Kalau misalnya ekonomi kembali, APBN lancar, daya beli meningkat lagi. Pertama sektor konsumsi yang akan meningkat, mulai dari makanan, pakaian," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan