"Penjualan selama Januari 2016 memang didominasi oleh proyek-proyek infrastruktur yang hampir mencapai 70 persen. Sedangkan 30 persen lainnya merupakan penjualan yang berasal dari retail," ucap Suparni, seperti dikutip dari Antara, di Surabaya, Jumat (11/3/2016).
Ia mengatakan, program infrastruktur yang dicanangkan pemerintah membawa dampak positif terhadap penjualan semen dari PT Semen Indonesia di pasar domestik. Tercatat, sepanjang Januari 2016, PT Semen Indonesia berhasil menjual lima juta ton semen di seluruh Indonesia atau naik 4,4 persen dibanding dengan Januari 2015.
"Memang selain proyek yang makin marak, kondisi perekonomian yang makin membaik juga membuat penjualan produk Semen Indonesia merangkak naik," ucapnya.
Suparni mengatakan, dari total penjualan nasional, wilayah Sulawesi menjadi penyumbang terbesar dengan menguasai 60 persen marketshare atau pangsa pasar. Sedangkan di Kalimantan, Semen Indonesia mampu menguasai pangsa pasar diangka 54 persen dan di Sumatera Semen Indonesia unggul dengan 48 persen.
"Untuk Pulau Jawa, meski kami unggul dengan marketshare 38 persen, angka itu masih kalah oleh pulau lainnya. Sebab persaingan pasar semen di Jawa sangat tinggi, yakni yang bertarung sebanyak 12 merek, sedangkan di wilayah lain hanya ada enam atau sembilan merek saja," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News