Bank Nagari (Dok: Bank Nagari)
Bank Nagari (Dok: Bank Nagari)

Bank Nagari Siap Spin Off Unit Syariah

Ekonomi bank nagari
Dian Ihsan Siregar • 08 Desember 2015 18:52
medcom.id, Jakarta: ‎Manajemen PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat (Bank Nagari) akan duduk bersama dengan pemegang saham guna membahas masalah spin off unit usaha syariah (UUS). Pasalnya, realisasi spin off harus membutuhkan modal disetor sebesar Rp500 miliar.
 
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong industri keuangan syariah tumbuh secara optimal. Salah satu yang dilakukan adalah dengan memisahkan unit usaha syariah atau spin off. Dalam mendorongnya, OJK sudah mengeluarkan UU No 21 Tahun 2008 yang isinya agar setiap UUS di industri keuangan syariah wajib melakukan spin off pada 2023.
 
"OJK harapkan di 2023 sudah spin off. Kita sudah rancang dengan pemegang saham untuk spin off di 2023 nanti," kata Direktur Utama Bank Nagari Suryadi Asmi‎, ditemui dalam acara ‎Press Conference Obligasi & Sukuk Mudharabah Bank Nagari, di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


‎Ada beberapa poin penting dalam spin off seperti modal disetor Bank Umum Syariah hasil pemisahan paling sedikit sebesar Rp500 miliar. Kemudian modal itu harus ditingkatkan paling sedikit Rp1 triliun dan harus sudah dipenuhi paling lambat 10 tahun setelah izin Bank Umum Syariah diberikan. Sedangkan masa tenggat wkatunya mencapai 15 tahun atau di 2023.
 
Suryadi mengaku, agar langkah spin off itu bisa berjalan dengan mulus maka Bank Nagari akan membahasnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di 2016. Selain itu, Bank Nagari akan menggandeng investor lokal dalam mencapai target spin off. Bisa saja investor datang dari masyarakat Sumbar yang merantau. 
 
"Kita akan panggil investor atau perantau Sumbar untuk investasi di syariah, kenapa tidak. Kita sudah pikirkan ke sana," jelasnya.
 
Ia menjelaskan, saat ini kontribusi UUS terhadap total bisnis masih sangat kecil dan masih berada di posisi tujuh persen terhadap induk usaha. Direncanakan hal itu bisa ditingkatkan menjadi sebesar 8-9 persen di 2016. Sementara aset UUS baru tercatat Rp1,3 triliun atau masih kecil dibandingkan total aset sebesar Rp20,9 triliun. 
 
‎"Ke depan kita akan tingkatkan peranan syariah capai 8-9 persen dari total aset baik dari sisi pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Ada yang menarik di syariah ini, kemampuan memberikan laba lebih baik dari konvensional. Dengan aset Rp1,3 triliun, dia akan mampu berikan laba Rp55 miliar-Rp60 miliar dari target laba Rp310 miliar di tahun ini," jelas Suryadi.
 
Lebih lanjut, ia mengatakan, peranan UUS Bank Nagari telah mencapai 30 persen dari keseluruhan market share di Sumbar. Angka itu setara dengan market share bank konvensional Bank Nagari yang mencapai 30 persen di Sumbar. "Porsinya sama, antara konvensional dan syariah perusahaan di Sumbar," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif