Kepala BKPM Franky Sibarani membenarkan adanya upaya tersebut dalam rangka melindungi para pekerja yang terkena PHK. Tidak ditampik akan ada sebanyak 2.500 karyawan yang terancam diberhentikan dari tiga pabrik yang ditutup dua perusahaan tersebut.
"Kalau kami terima (informasi resmi), kami akan lihat bagaimana tenaga kerja itu kita salurkan ke industri-industri lain. Misalnya ke industri elektronik seperti apa atau industri lainnya yang butuh tenaga kerja," ujar Franky, di Gedung BKPM, Jalan Jenderal Gatot Subroto No 44, Jakarta Selatan, Rabu (3/2/2016).
Menurut dia, saat ini ada beberapa industri yang kesulitan untuk mendapatkan tenaga kerja. Bahkan, salah satu perusahaan elektronik asal Tiongkok yang membuka pabrik baru, saat ini sedang mencari sebanyak 1.400 tenaga kerja.
Maka itu, Franky akan menjalin kerja sama dengan kementerian teknis terkait seperti Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk mengakomodasi ribuan buruh yang terancam dipecat tersebut.
Namun sebelum itu, lanjut Franky, pihaknya harus menerima laporan resmi dari Panasonic dan Toshiba untuk mendapatkan data buruh yang dilakukan penyesuaian. Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan.
"Kalau hanya untuk statement saja untuk pengurangan tenaga kerja, ya saya kira kita butuh yang lebih bermanfaat. Kita tunggu infonya dan kita akan minta list-nya. Nanti kita akan kerja sama dengan Kemenaker dan Kementerian Perindustrian untuk memperbaiki itu," pungkas Franky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News