Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Haris Munandar mengutarakan, Toshiba sudah memiliki kesepakatan bersama dengan dengan Skyworth Corp dalam proses akuisisi tersebut. Proses akuisisi itu sudah terdengar kabarnya sejak tahun yang lalu.
"Jadi kalau dilihat dari tahun lalu, memang sudah ada tanda-tanda Toshiba akan diakuisisi oleh perusahaan Tiongkok (Skyworth)," ungkap Haris, saat ditemui di Kantor Pusat Kemenperin, Jakarta, Jumat (5/2/2016).
Nilai akuisisi Skyworth Corp terhadap Toshiba, Haris menyebutkan, mencapai 3 miliar yen. Pelepasan pabrik televisi dan mesin cuci yang ada di Indonesia, karena kalah bersaing dengan produk yang berasal dari Tiongkok dan Korea Selatan (Korsel).
"Toshiba kalah cepat mengembangkan teknologinya pada barang-barang elektronik tersebut. Bukan hanya Toshiba, tapi produsen lain asal dari Jepang, kalah dengan Korea, dan sekarang Tiongkok," jelas Haris.
Meski kualitas produk Jepang sangat baik, dia menekankan dari sisi harga kalah bersaing dengan produk Tiongkok. Sedangkan, masyarakat Indonesia memilih barang dengan harga murah, meski kualitas barangnya tidak menjanjikan.
"Hal itu yang membuat produk Jepang kalah bersaing. Orang kita yang penting harganya, kualitas nomor dua. Ibu-ibu kalau lebih murah akan dicari ke sana," papar Haris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News