NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

Pegadaian Ingin 'Percantik Diri' Sebelum Melantai di Bursa

Ekonomi pegadaian ipo
Ilham wibowo • 13 Februari 2020 16:13
Jakarta: Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto belum memberi kepastian seputar rencana perusahaan pelat merah itu untuk melantai di bursa saham atau Initial Public Offering (IPO). Sejauh ini, perseroan masih tetap mengandalkan dana internal untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis.
 
"Saya mau mempercantik diri dulu, supaya lebih mahal lagi," kata Kuswiyoto dalam pemaparan kinerja Pegadaian 2019 di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.
 
Kuswiyoto menyakini Pegadaian saat ini menjadi incaran para investor lantaran bisa membukukan laba bersih yang tumbuh dua angka setiap tahun. Sepanjang 2019, Pegadaian meraup laba bersih sebesar Rp3,1 triliun atau tumbuh 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pegadaian hari ini sangat ditunggu investor untuk kami melakukan IPO, angka sangat menarik," tuturnya.
 
Ia menyebut rencana IPO pada tahun ini maupun di 2021 masih sebatas persiapan. Kepastian implemetasi nantinya tergantung dari restu Kementerian BUMN sebagai pemegang saham Pegadaian.
 
"Belum pada keputusan pasti IPO, tapi mengarah ke sana sudah disiapkan, kami fokus berbenah memperbaiki kinerja agar lebih lancar," ungkapnya.
 
Dengan menjadi perusahaan terbuka, Pegadaian akan lebih transparan dan bisa ekspansi ke pasar global. Misalnya saja Pegadaian bisa memasarkan produk Pegadaian kepada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ada di luar negeri yang cukup potensial.
 
Selain memperluas pasar global, potensi IPO akan menopang tambahan pendanaan perseroan meskipun kondisi finansial Pegadaian sudah kuat. Harapannya, setelah berstatus sebagai perusahaan terbuka bisa bisa bermanfaat bagi internal Pegadaian serta ekonomi makro.
 
Adapun pada 2019, Pegadaian telah membukukan outstanding pembiayaan (OSL) sebesar Rp50,4 triliun atau tumbuh 23,3 persen, di atas rata-rata industri nasional. Sementara NPL gross tercatat sebesar 1,75 persen dan total realisasi pembiayaan sebesar Rp145,6 triliun dan non pembiayaan sebesar Rp4,7 triliun.
 
Menurut Kuswiyoto, banyaknya kolaborasi dan sinergi dengan ratusan mitra dari BUMN, swasta, perguruan tinggi, serta berbagai organisasi selama 2019 mendorong penambahan 3,2 juta jumlah nasabah. Pada 2018, nasabah Pegadaian tercatat 10,64 juta yang naik menjadi 13,86 juta di 2019.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif