NEWSTICKER
Ilustrasi pengguna MRT. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
Ilustrasi pengguna MRT. Foto: dok MI/Pius Erlangga.

MRT Mengubah Perilaku Masyarakat

Ekonomi mrt Proyek MRT
Syah Sabur • 28 Februari 2020 09:27
Jakarta: Sejak kehadiran MRT (Moda Raya Terpadu) pada 24 Maret 2019, warga Jakarta -terutama yang sering beraktivitas di jalur Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia- sangat terbantu dalam hal akses transportasi. Meskipun demikian, kehadiran MRT tidak hanya membantu akses transportasi, melainkan juga mengubah perilaku.
 
Hal itu dikemukakan Direktur Utama MRT Jakarta William P Sabandar di kantornya, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020.
 
Menurut William, perilaku yang dimaksud misalnya, bagaimana warga harus mendahulukan penumpang yang turun dari MRT. Warga juga dipaksa untuk keluar dari stasiun melalui pintu yang sudah ditentukan, dan tidak bisa membuang sampah sembarangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ke depan penumpang juga dipaksa untuk naik ojek pangkalan, ojek otomotif atau bajaj di tempat yang sudah ditentukan," kata William.
 
Perubahan perilaku itu akan makin terasa saat MRT Jakarta mulai kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KPAI) di empat stasiun, yaitu Juanda, Senen, Tanah Abang, dan Sudirman.
 
Baca: MRT Bakal Bangun Flood Barrier di 4 Stasiun
 
Menurut William, penataan ini dilakukan perusahaan patungan yang terdiri dari PT MRT Jakarta, PT KAI, dan Pemprov DKI yang diperkirakan akan rampung pada akhir Maret 2021.
 
Kawasan Tanah Abang selama ini dikenal sebagai daerah yang sangat macet. Di era Ahok menjadi Gubernur DKI, sempat ada penataan PKL agar tidak berjualan di badan jalan. Namun, di era Anies Baswedan, PKL malah dibiarkan kembali berjualan di badan jalan.
 
Penataan ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan penumpang yang dimulai sejak Januari 2020. Dalam penataan tersebut juga akan disediakan tempat khusus bagi pedagang kaki lima, tempat pemberhentian sementara (lay-by) untuk bajaj, plaza pedestrian, dan halte bus TransJakarta.
 
Keempat stasiun dipilih karena kepadatan penumpangnya. Dengan demikian, penumpang kereta (1,2 juta orang per hari) dan penumpang angkutan darat lainnya (980 ribu orang per hari) akan merasa nyaman dan arus lalu lintas akan makin lancar.
 
William sadar mengubah perilaku masyarakat tidak bisa instan. Namun, pihaknya yakin, dalam jangka panjang, perilaku masyarakat akan makin baik.
 
William juga mengatakan, penataan ini merupakan langkah awal pemerintah pusat dan Pemprov DKI guna menyelenggarakan transportasi terintegrasi. Ke depan, pihaknya berharap Binamarga akan melakukan penataan trotoar agar warga makin nyaman.
 
"Penataan ini juga sekaligus guna mengantisipasi rencana Pemprov DKI yang akan menetapkan tarif tinggi untuk parkir kendaraan. Dengan demikian, perlahan-lahan warga akan beralih menggunakan transportasi massal," ujar William.
 
Selanjutnya, pihaknya merencanakan mulai 2021 masyarakat bisa menikmati tiket terintegrasi, antara MRT, KCI, dan TransJakarta.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif