Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.

Mendag Ingin Stabilitas Harga Jaga Senyum Ibu-Ibu

Ekonomi Berita Kemendag
Ilham wibowo • 27 Mei 2019 15:38
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita resmi melepas tim penetrasi pasar untuk mengawal stabilitas harga bahan pokok jelang perayaan Idulfitri. Seluruh pejabat Kemendag akan disebar di berbagai pasar daerah yang dianggap rawan.
 
Kegiatan rutin ini dilakukan untuk kali ketiga dalam edisi Ramadan untuk meredam upaya spekulasi harga bahan pokok di 205 pasar. Kebijakan pogram strategis ini diikuti 240 orang, terdiri dari pejabat eselon I selaku koordinator wilayah (korwil) dan eselon II selaku koordinator lapangan (korlap).
 
"Kita bisa buat ibu-ibu tersenyum bahagia melaksanakan ibadah puasa tanpa dia harus berpikir, di tengah melakukan ibadahnya, untuk mengeluarkan pengeluaran yang tidak perlu, yang berlebihan akibat spekulasi dan kenaikkan harga," kata Enggar saat melepas tim khusus di kantornya, Jalan M.I. Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Senin, 27 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kehadiran pejabat Kemendag di pasar kabupaten/kota juga akan diperkuat dengan personel Polri yang bertugas sebagai Satgas Pangan. Petugas berseragam pun akan turut serta mengawasi para pedagang yang kedapatan bermain curang pada harga.
 
"Saya menyampaikan rasa bangga, seragam Polri masih dihormati karena tidak usah menangkap, tidak usah ancam, dengan mendampingi dan diam mereka (spekulan) tidak berani bermain-main," ujarnya.
 
Enggar memastikan pemerintah terus mendorong para pengusaha tetap mendapat keuntungan tanpa harus mengorbankan daya beli masyarakat. Sektor swasta, kata Enggar, saat ini menjadi prioritas sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Mereka harus untung, BUMN saja yang modalnya dari uang rakyat/APBN atau BUMD dari APBD sekarang mereka cari untung apalagi swasta," tuturnya.
 
Upaya menggenjot sektor swasta sejalan dengan sistim pemerintahan yang demokratis. Menjaga kepentingan rakyat banyak menjadi orientasi yang kemudian dinilai perlu menjadi fokus.
 
"Sistem pemerintahan pilihan kita demokrasi dan kita tidak etatis, karena etatis pilihan negara sosialis komunis. Kita harus ikut menyelamatkan dalam terori ekonomi apapun, kecuali negara kuat dan otoriter yang mengendalikan moneter fiskal sepenuhnya oleh pemerintah," ungkapnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif