Daging Sapi. Foto : MI/Gani.
Daging Sapi. Foto : MI/Gani.

Mendag Mewaspadai Pasokan Daging Sapi

Ekonomi daging sapi
Ilham wibowo • 13 November 2019 15:31
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menyebut ketersediaan daging sapi jadi fokus pemantauan ketersediaannya hingga akhir 2019. Pasalnya, kelompok ini termasuk dalam kategori yang rawan sebagai penyumbang inflasi.
 
Selain daging, bahan pokok yang termasuk rawan lantaran dipengaruhi kemarau yakni beras, gula, minyak goreng, ayam ras, cabai, dan bawang putih. Selama dua pekan mendatang tim terpadu pun telah dikerahkan di 15 provinsi untuk melakukan pemetaan jelang perayaan Natal.
 
"Kita harus stabilkan kebutuhan bahan pokok yang biasa digunakan untuk hari besar keagamaan," ujar Agus ditemui di Auditorium gedung Kemendag Jakarta, Rabu, 13 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khusus daging, Agus bakal melakukan koordinasi lebih intensif setelah Bulog membatalkan impor daging sapi sebanyak 30 ton dari Brasil. Perumusan baru bakal dilakukan terutama menyangkut ketersediaan stok di pasar rakyat maupun ritel modern.
 
"Daging sapi ini akan kita waspadai juga, makanya ini kan jutsru dengan turun ke lapangan ini kita akan tahu kecukupan pasokan dan sebagainya andai kata tidak cukup kita akan bicara dengan Bulog juga bagaimana memenuhinya," ungkapnya.
 
Keputusan Bulog, kata Agus, tidak menyalahi aturan meski keran impor daging sapi tersebut telah disetujui dalam rapat koordinasi lintas kementerian untuk menugaskan Bulog. Menurutnya, impor memang tidak diperlukan selama kekurangan kebutuhan daging bisa disubstitusi dari wilayah yang memiliki stok melimpah.
 
"Tidak ada menyalahi apa-apa, impor itu kan harus melihat situasi dan kondisi di lapangan. Tujuan impor itu ada dua hal pertama untuk kecukupan pasokan dan sebagainya, dan impor harus hati-hati agar tidak mengubah iklim usaha yang ada di daerah karena nanti mengganggu ekonomi kerakyatan," ungkapnya.
 
Pembatalan impor daging sapi asal Brasil ini telah dilakukan Bulog lantaran tenggat waktu yang tidak memungkinkan pada tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan stok daging di dalam negeri sudah mencukupi dari stok peternak di dalam negeri.
 
Impor daging sapi Brasil ini pun dinilai lebih baik diundur hingga awal 2020. Sebelum dilakukan, pemerintah bisa menghitung ulang jumlah kebutuhan daging di dalam negeri. Pasalnya, stok daging kerbau impor dari India dan daging sapi dari Australia juga telah tersedia.

 

(EKO)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif