Ilustrasi industri kecil menengah di Indonesia. (FOTO: Medcom.id/Syaikul Hadi)
Ilustrasi industri kecil menengah di Indonesia. (FOTO: Medcom.id/Syaikul Hadi)

Shopee Lirik Australia Pasarkan Produk IKM RI

Ekonomi investasi industri kecil menengah
Ilham wibowo • 04 Juli 2019 10:46
Jakarta: PT Shopee International Indonesia berencana ikut membuka gerbang ekspor produk industri kecil menengah (IKM) Tanah Air yang lebih luas. Rencananya, kesepakatan dagang yang telah dirancang pemerintah akan dimanfaatkan.
 
Head of Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo mengatakan upaya pemerintah memberikan kemudahan ekspor menambah kepercayaan diri berinvestasi di negara tujuan. Beragam kemudahan ekspor itu misalnya seperti dalam Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
 
"Kalau memang nantinya ada treatment khusus dengan negara lain misalnya Australia bisa gratis, mungkin karena free zone kami bisa lebih confidence untuk investasi, ya bisa saja," kata Radit ditemui di Equity Tower, Jakarta Selatan, Rabu, 3 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, Shopee baru memiliki perwakilan di Singapura dan Malaysia untuk memasarkan produk IKM Indonesia. Radit memastikan pihaknya memiliki komitmen kuat untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan menambah perwakilan di negara lain.
 
"Untuk sekarang Malaysia dan Singapura dulu tapi ke depan kita lihat kalau misalnya memungkinkan akan ke negara lain juga," ungkapnya.
 
Strategi jangka pendek, lanjut Radit, pihaknya akan memaksimalkan potensi kemudahan ekspor di pasar Asia Tenggara. Pemerintah Indonesia yang saat ini memiliki kesepakatan dagang dengan negara tetangga menjadi keuntungan lain terutama menekan ongkos logistik.
 
"Semoga dengan adanya kesepakatan dagang antara negara ASEAN kalau semakin kuat, kemudahan semakin banyak itu menambah kepercayaan diri dan Asia Tenggara akan lebih banyak kita pasarkan," paparnya.
 
Biaya logistik menjadi kunci utama memasarkan produk IKM Indonesia agar berdaya saing di negara tujuan ekspor. Menurut Radit, pasar Asia Tenggara masih melihat nominal harga yang diikuti kualitas produk yang ditawarkan.
 
"Menekan harga kirim barang menjadi setengah harga dari harga umum, ini penting untuk bantu teman-teman penjual menjaga price kompetitif di negara tujuan," tuturnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif