Jagung. Foto : MI/Bagus.
Jagung. Foto : MI/Bagus.

Kementan Jamin Pasokan Jagung Pakan hingga Maret 2020

Ekonomi ternak jagung
Antara • 20 Januari 2020 14:24
Jakarta: Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) menjamin pasokan jagung khususnya untuk industri pakan dan peternak tetap tersedia hingga Maret 2020.
 
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan Ditjen Tanaman Pangan, dapat kita sampaikan bahwa pertanaman Jagung dilakukan pada periode September-Oktober 2019 telah siap untuk penyediaan jagung periode Januari-Maret 2020," kata Direktur Pakan Ternak Kementerian Pertanian Sri Widayati dikutip dari Antara, Senin, 20 Januari 2020.
 
Sri menjelaskan hal itu berdasarkan koordinasi yang telah dilakukan dengan Kemenko Perekonomian, Ditjen Tanaman Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Pinsar, Dewan Jagung Nasional dan instansi terkait lainnya untuk memastikan pasokan jagung untuk industri pakan dan peternak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, Ditjen PKH selalu memantau penyerapan jagung lokal terkait pembelian, stok, kecukupan dan harga oleh pabrik pakan secara daring atau online menggunakan aplikasi SIMPAKAN.
 
Berdasarkan laporan pabrik pakan tersebut, stok jagung per akhir Desember 2019 sebesar 852.424 ton dan sampai awal 2020 ini harganya stabil. Stok yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi pakan selama 45 hari ke depan. Serta stok ini akan bertambah saat masa panen jagung pada awal Februari.
 
Selama satu tahun, lanjut Sri, biasanya ada tiga kali panen raya jagung yakni pada Februari-April, Juli-Agustus dan panen ke-3 pada November-Desember.
 
Berdasarkan prognosa Kementan, produksi jagung sepanjang 2020 diperkirakan mencapai 24,16 juta ton. Hal ini membuat stok jagung aman sepanjang 2020.
 
Terkait produksi pakan, pada 2020, diperkirakan produksi pakan mencapai 21,53 juta ton atau tumbuh sekitar lima persen dibandingkan produksi pakan 2019 (20,5 juta ton).
 
Proyeksi kebutuhan jagung pada 2020 untuk pabrik pakan sebesar 8,5 juta ton dan untuk peternak sebesar 3,48 juta ton. Oleh karena itu, diharapkan 2020 Indonesia dapat surplus jagung.
 
Dalam rangka menjaga kontinuitas pasokan jagung bagi industri pakan dan peternak mandiri, Sri juga menyampaikan bahwa Ditjen PKH sedang membangun sarana pendukung pasca panen seperti silo dan dryer di sentra peternakan unggas di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 
"Diharapkan silo dan dryer tersebut dapat digunakan untuk menyimpan dan mengawetkan jagung lebih lama, sehingga ketersediaan jagung dapat terus terjaga," kata dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif