Illustrasi. MI/Ramdani.
Illustrasi. MI/Ramdani.

Standar Rempah-rempah Ekspor ke Eropa Diupayakan Meningkat

Ekonomi indonesia-uni eropa
Ilham wibowo • 25 Juli 2019 17:37
Den Haag: Kenaikan ekspor produk rempah-rempah Indonesia ke negara di Eropa diupayakan terus berlanjut. Proses dan kualitas produk pun bakal disesuaikan dengan standar kebutuhan.
 
Diretur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda mengatakan pihaknya telah menemui para importir rempah-rempah Indonesia yaitu Verstegen Spices & Sauces BV di Den Haag, Belanda. Perusahaan tersebut saat ini jadi gerbang penjualan produk Tanah Air ke Uni Eropa.
 
"Kunjungan ini untuk mengetahui kendala dan hambatan yang dihadapi importir Belanda dalam mendatangkan produk rempah-rempah dari Indonesia,” ujar Arlinda melalui keterangan resmi, Kamis, 25 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Arlinda, kolaborasi antara buyer Belanda dan pemasok Indonesia dilakukan dalam peningkatan mutu bumbu dan rempah-rempah Indonesia. Hal ini penting agar dapat memenuhi standar Uni Eropa yang menjadi kunci dalam berkompetisi memenangkan pasar global.
 
“Kemendag akan terus memberikan dukungan dan perhatian penuh bagi para buyer produk Indonesia melalui berbagai program. Salah satunya, melalui kunjungan langsung ke buyer di luar negeri,” ujar Arlinda.
 
Kunjungan dilakukan Arlinda di sela acara ‘Market Intelligence Workshop’. Acara ini merupakan lokakarya yang dihadiri Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), dan fungsi ekonomi dari seluruh dunia.
 
Adapun Verstegen Spices & Sauces BV merupakan perusahaan produsen dan importir asal Belanda yang bergerak di sektor rempah-rempah. Mereka mendistribusikan produknya di Belanda hingga ke seluruh Eropa.
 
Dalam menjalankan bisnisnya, Verstegen mengedepankan keamanan pangan dan kualitas produk. Pengolahan produk dilakukan dengan sertifikat yang dimilikinya seperti The British Retail Consortium (BRC), the International Featured Standards (IFS), serta sertikat organik dan halal.
 
Verstegen Spices & Sauces BV pun tercatat telah mengimpor rempah-rempah dari Indonesia selama lebih dari 20 tahun yang nilainya mencapai 30 persen dari total impornya. Perusahaan ini juga aktif dalam keanggotaan perkumpulan pemangku kepentingan yang peduli terhadap keberlanjutan rempah-rempah atau Sustainable Spices Initiative (SSI).
 
Arlinda menambahkan dalam kunjungan tersebut ia juga mengundang importir Belanda untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia yang akan diselenggarakan di Indonesia Convention Exibition, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten pada 16-20 Oktober 2019.
 
“Kami berupaya agar importir Eropa tidak hanya hadir, namun juga mendorong perusahaan tersebut untuk dapat melakukan kontrak dagang dengan pelaku usaha Indonesia pada pameran bergengsi tersebut,” pungkas Arlinda.
 
Belanda merupakan salah satu pasar potensial bagi produk rempah-rempah asal Indonesia. Pada 2018, ekspor rempah-rempah Indonesia ke dunia mencapai USD31,2 juta. Sementara, pada triwulan ke II-2019 ekspor rempah-rempah Indonesia ke Belanda tercatat sebesar USD12,6 juta.
 
Ekspor rempah-rempah Indonesia ke Belanda terdiri dari beberapa macam. Jenis rempah-rempah tersebut antara lain kayu manis, lada putih dan hitam, pala, vanila, jahe, kunyit, serta daun salam.
 
Di antara jenis tersebut ada beberapa yang mendominasi pasar. Indonesia memasok sekitar 47,2 persen kayu manis dari total impor Belanda dari dunia pada triwulan I 2019. Besaran pangsa pasar ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemasok utama kayu manis di Belanda. Dengan tren impor sebesar 57,0 persen per tahun selama tiga tahun terakhir, potensi pasar komoditas ini di Belanda masih sangat besar.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif