KA Siliwangi kembali beroperasi. (FOTO; Medcom.id/Husen Miftahudin)
KA Siliwangi kembali beroperasi. (FOTO; Medcom.id/Husen Miftahudin)

Beroperasi Lagi, Warga Ciranjang Antusias Jajal KA Siliwangi

Husen Miftahudin • 27 Agustus 2019 00:11
Cianjur: Warga Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, girang bukan kepalang setelah KA Siliwangi memperpanjang rute layanannya. Sebelumnya, rute layanan KA Siliwangi hanya sampai Stasiun Cianjur. Namun, per 30 Juli 2019, rute layanan KA Siliwangi sudah melayani dari Stasiun Sukabumi hingga ke Stasiun Ciranjang.
 
Herman salah satunya. Pria paruh baya asli Ciranjang itu tak mau ketinggalan menjajal kereta api. Maklum, selama hidupnya ia tak pernah melihat kereta api lalu lalang di wilayahnya. Padahal di Ciranjang tersedia jalur kereta api peninggalan kolonial, meski sudah tidak beroperasi.
 
"Ajak anak, cucu, sama istri ke Sukabumi. Anak-anak suka minta naik kereta. Senang karena enggak pernah naik kereta (dari Ciranjang)," ujar Herman kepada Medcom.id saat hendak naik KA Siliwangi dari Stasiun Ciranjang, Cianjur, Senin, 26 Agustus 2019.

Herman tak pernah menyangka Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akhirnya mengaktivasi jalur Cianjur-Ciranjang. Ia menyebut pengaktifan kembali layanan jalur kereta api tersebut sangat membantu dirinya kala pergi ke Sukabumi.
 
"Pas ada ini senang, karena sebelumnya naik bus. Apalagi kalau naik bus lama dan macet, kalau ini kan cepat sampai," tuturnya.
 
Terlebih, lanjut dia, tarif tiket Ciranjang-Sukabumi relatif murah, yakni hanya Rp3.000 per sekali perjalanan. "Sekali jalan Rp3.000, bolak-balik cuma Rp6.000," ucap Herman.
 
Kali ini, Herman mengaku naik KA Siliwangi atas ajakan anak dan cucunya. Mereka naik kereta hanya untuk berjalan-jalan. "Ini anak-anak yang minta naik kereta sehabis pulang sekolah," papar dia.
 
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Barat Achyar Pasaribu mengatakan antusias warga atas reaktivitas Cianjur-Ciranjang terlihat dari banyaknya penumpang sejak dioperasionalkan kembali pada 30 Juli 2019.
 
Selama 20 hari sejak 30 Juli hingga 19 Agustus 2019, tercatat ada sebanyak 14.458 penumpang. "Kita sudah mengangkut sekitar 14 ribuan penumpang atau sekitar 750-an penumpang dalam sehari, rata-rata okupansinya 56 persen," ungkap Achyar.
 
Dari jumlah tersebut, sambungnya, mayoritas penumpang KA Siliwangi bertujuan untuk wisata dan menjajal kereta dari Stasiun Ciranjang.
 
"Kebanyakan wisata, karena ini masih belum jadi kebutuhan karena frekuensinya belum reliable, kecepatannya belum reliable, ketepatannya juga. Inilah yang kita kejar sekarang, di mana reliability-nya, avaibility-nya," urai Achyar.
 
Saat ini KA Siliwangi melayani perjalanan dari Stasiun Sukabumi dan melintasi enam pemberhentian stasiun. Stasiun Sukabumi-Gandasoli-Cireungas-Lampegan-Cibeber-Cianjur-Ciranjang.
 
Adapun frekuensi perjalanan KA Siliwangi sebanyak tiga kali per hari, dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Sukabumi pada pukul 10.20 WIB, 15.40 WIB, dan 20.50 WIB. Sementara dari Stasiun Ciranjang berangkat pukul 08.20 WIB, 13.40 WIB, dan 18.40 WIB.
 
Tarif yang berlaku sebesar Rp3.000 untuk layanan kereta api sekali jalan. KA Siliwangi merupakan kereta kelas ekonomi lokal PSO yang membawa empat kereta penumpang (gerbong) dan satu kereta makan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan