Menteri BUMN Rini Soemarno saat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Laos Thongloun Sisoulith. (FOTO: Metro TV/Suryopratomo)
Menteri BUMN Rini Soemarno saat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Laos Thongloun Sisoulith. (FOTO: Metro TV/Suryopratomo)

PM Laos Minta RI Percepat Kerja Sama Bisnis BUMN

Ekonomi indonesia-laos kementerian bumn
Suryopratomo • 25 Juni 2019 13:29
Vientiane: Perdana Menteri (PM) Laos Thongloun Sisoulith berharap kerja sama bisnis di antara badan usaha milik negara kedua negara bisa dipercepat realisasinya.
 
Laos berharap bisa belajar dari BUMN Indonesia untuk membangun perusahaan milik negara yang profesional.
 
PM Sisoulith menyampaikan harapan tersebut saat menerima kunjungan Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno di Kantor PM di Vientiane, Laos, Selasa, 25 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Rini membawa empat BUMN yang akan melakukan kerja sama yaitu PT Inka (Persero), PT Perkebunan Nusantara (Persero), PT Timah (Persero), dan PT Bukit Asam (Persero). Ikut hadir beberapa direksi bank BUMN seperti Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo.
 
"Kami ingin belajar bagaimana mengelola perusahaan negara tidak di bawah banyak Kementerian di Laos. Saya berharap beberapa menteri saya bisa berangkat ke Jakarta untuk belajar bagaimana membuat BUMN yang profesional," kata Sisoulith.
 
PM Laos Minta RI Percepat Kerja Sama Bisnis BUMN
Menteri BUMN Rini Soemarno dan Dubes Indonesiauntuk Laos Pratito Soeharyo (kiri) menyemangati Deputi bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro, Dirut PTPN Dolly Pulungan, Dirut PT Timah Mochtar Riza Pahlavi, Dirut PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat, Dirut PT INKA Budi Noviantoro, dan Deputi bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno. (FOTO: Metro TV/Suryopratomo)
 
Menteri Rini menjelaskan Indonesia ingin meningkatkan kerja sama di antara BUMN kedua negara. Salah satu yang akan dilakukan adalah membangun jaringan keretadari Laos hingga kawasan pelabuhan di Vietnam.
 
Rini berharap jaringan kereta bisa dimanfaatkan banyak hal termasuk untuk membawa batu bara asal Indonesia ke Laos. Agar perdagangan dua negara makin meningkat, Menteri BUMN berharap bisa mengimpor potasium dari Laos.
 
"Kita membutuhkan potasium untuk bahan baku pupuk. Selama ini potasium kita harus impor dari Kanada," ujar Rini.
 
Atas permintaan Menteri BUMN, PM Laos menyambut dengan baik. Apalagi bisa dilakukan bersama penambangan potasiumnya. Selama ini tambang potasium belum digarap karena perusahaan Vietnam yang diberi hak pengelolaan belum juga merealisasikan investasinya.
 
"PM Laos akan memfasilitasi pertemuan antara tiga negara, Indonesia, Laos, dan Vietnam untuk membahas soal pengelolaan tambang potasium," tutur Rini.
 
Duta Besar Indonesia untuk Laos Pratito Soeharyo mengatakan rombongan Menteri BUMN merupakan delegasi terbesar yang pernah datang ke negara ini. Rencana investasi BUMN Indonesia merupakan hal yang positif bagi peningkatan hubungan di antara kedua negara.
 
Pratito menilai langkah BUMN untuk masuk ke Laos sangat strategis karena negara ini sedang giat membangun. Langkah Indonesia ini membuat kaget banyak negara ASEAN yang tidak menyangka Indonesia mengambil inisiatif yang begitu maju.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif