Menko Perekonomian Sofyan Djalil. AFP/ROMEO GACAD
Menko Perekonomian Sofyan Djalil. AFP/ROMEO GACAD

Lantik Pejabat Eselon I, Menko Sofyan Minta Jaga Sumpah

Ekonomi kementerian perekonomian
Husen Miftahudin • 14 April 2015 18:58
medcom.id, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil melantik enam pejabat eselon Ia dan Ib. Pelantikan ini sebenarnya hanya mengganti nama jabatan saja. Empat pejabat tersebut dilantik menjadi deputi, sedangkan dua lainnya dilantik menjadi staf ahli.
 
Keenam pejabat tersebut adalah:
1. Bobby Hamzah Rafinus Deputi Bidang Koordinasi Fiskal dan Moneter menjadi Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan.
2. Montty Giriana, Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral menjadi Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Energi, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup.
3. Edy Putra Irawady Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Kewirausahaan menjadi Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri.
4. Lucky Eko Wuryanto, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah menjadi Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah.
5. Nur Muhammad Sinungan Staf Ahli Politik Hukum dan Keamanan menjadi Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Politik, Hukum dan Keamanan.
6. Raldi Hendrotoro Seputro Koestoer Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Penanggulangan Kemiskinan menjadi Staf Ahli Bidang Koordinasi Hubungan Ekonomi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
 
Menurut Sofyan, dengan nama jabatan baru bagi para eselon I ini, mereka harus konsisten dalam menjaga sumpah untuk tidak korupsi. Meskipun hanya dalam jumlah yang terbilang kecil dan sedikit, namun para pejabat tidak boleh mengambil di luar hak mereka yang telah didapatkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Misalnya pulpen, saya dapat saat menginap di (Hotel) Kempinski harganya sekitat USD5 dolar. Kalau sudah mengucap sumpah ini, mereka tidak boleh ambil barang itu. Jadi, perlu dipikirkan sumpah ini agar mereka tidak korupsi. Dan jangan sekali-kali melanggar sumpah, karena melanggar sumpah besar sekali risikonya," papar Sofyan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2015).
 
Sofyan menambahkan, jika ingin maju, Indonesia harus mereformasi birokrasi yang selama ini menjadi penghalang dan hambatan. "Kita harus punya semangat ingin maju. Kalau bangsa ini mau maju, harus berubah," cetus Sofyan.
 

(WID)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif