Sekretaris Perusahaan SMGR Agung Wiharto mengatakan, perseroan juga menyediakan dana sekitar Rp100-200 miliar dalam rangka memuluskan lini bisnis di bidang properti tersebut.
"Bisnis properti akan terserap pasar dan mampu mendorong penjualan lini bisnis utama kita yaitu semen," kata Agung saat ditemui di kantor Semen Indonesia, Jakarta, Minggu (19/10/2014).
Menurut Agung, perseroan akan membangun kawasan perumahan, wisata, pembangunan musium semen dan kebun raya. Sehingga lahan yang digunakan bisa dimanfaatkan dengan optimal.
"Lahan di gresik awalnya tidak terpakai. Tapi kita bayar pajak tiap tahun. Maka itu kita akan manfaatkan," tukasnya.
Dia menjelaskan, dalam melancarkan bisnis properti tersebut, perseroan akan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi lainnya seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan lainnya.
Perseroan akan menyumbang tanah, sedangkan pengerjaan propertinya akan dilakukan oleh pihak lain.
Kedepan, lanjut Agung, perseroan akan membentuk anak usaha, yang bertanggung jawab penuh dalam lini bisnis baru yang dijalankan oleh SMGR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News