Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

Ekonomi world economic forum Revolusi Industri 4.0
Ilham wibowo • 23 Januari 2019 21:13
Davos: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi industri 4.0. Masa depan sektor manufaktur Tanah Air itu kini telah dipersiapkan.
 
Pernyataan itu disampaikan Airlangga ketika menjadi narasumber pada Indonesia Outlook 2019 dalam rangkaian ajang World Economic Forum (WEF) Annual Meeting di Davos, Swiss. Acara berlangsung pada 23-25 Januari 2019.
 
"Indonesia telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 dengan memilih lima sektor untuk menjadi pionirnya dan menetapkan 10 program prioritas nasional," ungkap Airlangga melalui keterangan resmi, Rabu, 23 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lima sektor yang dipilih yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, serta kimia. Sektor ini dinilai terbukti mampu berkontribusi hingga 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri manufaktur. Tak hanya itu, sumbangan 65 persen pada total nilai ekspor dan 60 persen tenaga kerja industri nasional.
 
Sektor ini juga diharapakan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan. Aspirasi besarnya, Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara dengan perekonomian terkuat di dunia pada 2030.
 
"Kami juga sudah memikirkan strategi, menyusun kebijakan yang dapat menyesuaikan serta model bisnis baru, serta bagaimana memanfaatkannya untuk mendorong daya saing berbasis inovasi, skill dan sustainability," ungkapnya.
 
Pemberian fasilitas insentif fiskal pun kini telah diberikan. Pemerintah juga sedang fokus menjalankan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) untuk era industri 4.0.
 
Pemerintah Swiss akan turut berkolaborasi dalam melaksanakan program Skill For Competitiveness (S4C). Menurut Airlangga, penerapan sistem ganda atau 70 persen praktik dan 30 persen teori di seluruh kurikulum politeknik akan merambah kawasan industri yang lebih luas.
 
Upaya tersebut guna memudahkan perusahaan mendapatkan tenaga kerja kompeten sesuai kebutuhan zaman saat ini. Sebab, adanya perkembangan teknologi industri 4.0 butuh keahlian yang memadai untuk menyerap potensi SDM lokal.
 
"Tahun ini akan difasilitasi pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Cilegon dan Politeknik Industri Agro di Lampung. Kami juga telah memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Logam di Morowali dan Politeknik Industri Furnitur di Kendal," paparnya.
 
Akselerasi pembangunan kawasan industri terutama di luar Pulau Jawa juga dilakukan untuk menggaet banyak investor. Tahun ini ditargetkan 8 kawasan industri baru dapat beroperasi dan 10 kawasan industri lainnya yang masih tahap perencanaan juga dipercepat pembangunannya.
 
"Selain mendorong investasi, pembangunan kawasan industri diyakini pula dapat memacu hilirisasi industri dengan meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja lokal. Ini salah satu bukti dari multiplier effect aktivitas industrialisasi," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif