Merpati akan Lunasi Utang Usai Maskapai Beroperasi
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Surabaya: PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berjanji akan melunasi utang dan pesangon mantan karyawannya. Janji itu akan dipenuhi setelah maskapai Merpati beroperasi.

"Pelunasan ini akan dilakukan setelah Merpati kembali beroperasi. Janji itu tertuang dalam proposal perdamaian yang telah disetujui oleh sebagian besar kreditur," kata Kuasa Hukum Merpati, Rizky Dwinanto, dikonfirmasi, di Surabaya, Kamis, 15 November 2018.

Rizky memastikan kliennya akan melunasi semua tanggungan kepada kreditur, termasuk pelunasan pesangon kepada mantan karyawan, setelah Merpati kembali beroperasi. Pelunasan utang dan pesangon itu akan diambil dari pemasukan setelah Merpati beroperasi.

"Saat ini, tercacat utang klien kami (Merpati, red), sebesar Rp10,7 triliun. Kita juga telah menawarkan konsep pelunasan yang sesuai dengan proposal perdamaian," ungkapnya.

Rizky mengaku untuk menghidupkan kembali Merpati tidaklah mudah. Sebab ada tanggungan pelunasan utang kepada kreditur dan juga hak-hak eks karyawan Merpati yang harus diselesaikan.

"Ada jangka waktunya, tapi saya lupa. Yang jelas nanti akan memformulasikan untuk menyelesaikan kewajiban-kewajiban itu secepatnya," ujar Rizky.

Meski demikian, Rizky bersyukur Pengadilan Niaga (PN) Surabaya mengabulkan proposal perdamaian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Merpati Nusantara Airlines. Perjuangan selama 270 hari akhirnya terbayarkan.

"Ini perjuangan 270 hari, bukan perjuangan yang mudah, selama 270 hari kita letih, kita bekerja keras, puji syukur majelis pertimbangannya sangat memenuhi unsur dan memenuhi apa yang kita harapkan," kata Rizky.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id