Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia (MI/ROMMY PUJIANTO)
Logo Bank Indonesia di Komplek Kantor Bank Indonesia (MI/ROMMY PUJIANTO)

Bunga Acuan 6%, Indonesia Menuju New Normal Era

Ekonomi perbankan bank indonesia bi rate suku bunga repo
Desi Angriani • 13 Desember 2018 09:15
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Days Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 25 basis points (bps) menjadi enam persen pada November lalu. Kenaikan tersebut dinilai cukup ideal bagi pertumbuhan ekonomi kuartal III yang sebesar 5,17 persen.

Ekonom Destri Damayanti mengungkapkan era suku bunga tinggi menyiratkan bahwa Indonesia tengah menuju pada kondisi normal yang baru atau new normal era. Tingkat suku bunga acuan enam persen dinilai masih cukup rendah bagi kondisi perekonomian Indonesia saat ini.

"Belum tinggi sekali itu, sekarang menuju normal termasuk di Indonesia, sekarang kita lihat suku bunga acuan enam persen," katanya, kepada Medcom.id saat ditemui di Kantor Pusat KAHMI, Jakarta Selatan, Selasa malam, 12 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Destri menambahkan normalisasi suku bunga Indonesia seiring dengan kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat yang rata-rata di rentang tiga persen. Menurutnya suku bunga di negera Paman Sam tidak pernah berada di bawah satu persen dalam kurun waktu lama. Artinya, lanjut Destri, kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia wajar bagi negara yang mengalami perbaikan pertumbuhan ekonomi. "Jadi sekarang rata-rata bunga di AS itu tiga persen," imbuh dia.

Adapun perkiraan penaikan suku bunga acuan the Fed sebanyak dua kali pada tahun depan menjadi angin segar bagi Indonesia. Sebab, kondisi tersebut secara tidak langsung membawa dampak positif bagi pasar keuangan lantaran imbal hasil AS tak jauh berbeda dengan Indonesia.

"Kita berpikir imbal hasil aset di sana tidak akan jomplang jauh dengan kita dan tidak akan memaksa imbal hasil kita juga naik," tambah Destri.

Pengurus pusat ISEI ini memperkirakan penaikan BI rate di tahun politik tidak melulu mengikuti kenaikan the Fed. Bank sentral diyakini mempertimbangkan banyak faktor termasuk penambahan likuiditas pada awal 2019 oleh pemerintah.

"Perkiraan kami suku bunga acuan tidak akan naik mengikuti the Fed sampai 2/3 kali juga, banyak faktor yang akan di lihat BI," pungkasnya.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi