LRT Jabodebek. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
LRT Jabodebek. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

LRT Jabodebek Dibuat Melayang karena Lahan Terbatas

Ekonomi adhi karya proyek lrt
Annisa ayu artanti • 14 Januari 2019 15:38
Jakarta: PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyatakan pemilihan moda melayang (elevated) pada pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) karena biayanya lebih murah. Hal itu juga menanggapi komentar Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengatakan seharusnya LRT luar kota tidak dibangun elevated.
 
Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya Brata menjelaskan ADHI telah melakukan kajian mendalam mengenai pemilihan opsi elevated tersebut.
 
Melihat perkembangan pembangunan DKI Jakarta yang padat, pembangunan LRT Jabodebek dengan opsi elevated dipilih karena sebagai solusi dari masalah ketersediaan tanah di DKI Jakarta. Pundjung menuturkan selain LRT Jabodebek banyak pembangunan infrastruktur transportasi yang dibuat elevated seperti koridor 13 TransJakarta, jalan tol Antasari, dan beberapa ruas tol dalam kota.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi kalau kita lihat dari infrastruktur transportasi, opsi yang diambil adalah elevated," jelas Pundjung di Jakarta, Senin, 14 Januari 2019.
 
Pemilihan opsi elevated juga dipilih karena LRT Jabodebek akan melewati beberapa moda transportasi lain. Pundjung kembali menyebutkan, pembangunan LRT Jabodebek yaitu pada ruas arah Cikampek dan Bogor akan melewati jalan layang tol elevated dan kereta cepat Jakarta-Bandung.
 
"Tentunya sudah dipertimbangkan masak-masak kenapa dipilih opsi itu," ujar dia.
 
Pundjung menjelaskan LRT Jabodebek tidak mungkin dibangun seperti MRT Lebak Bulus-Bundaran HI yang dibangun dengan opsi elevated dan bawah tanah (underground). Pembangunan dengan opsi underground dinilai ADHI lebih mahal ketimbang elevated.
 
Selain itu pembangunan underground juga tidak memungkinkan untuk pengoperasian kereta LRT dan mempertimbangkan kenyamanan penumpang.
 
"Jadi enggak mungkin jalan naik turun yang nanti efeknya kenyamanan penumpang yang kedua ketahanan kereta. Dan tentunya dalam investasi tidak hanya bicara capex dan tapi juga opex. Kalau naik turun akan ada cost operation lebih tinggi karena penggunaan energi yang lebih tinggi untuk jalan naik turun," tutup dia.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi