Komentar Menperin soal Sariwangi Pailit
Sariwangi. MI/Adam Dwi.
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto melihat bangkutnya produsen teh PT Sariwangi Agricultural Estates Agency (Sariwangi AEA) dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (Indorub) dikarenakan masalah internal perusahaan.

Airlangga mengatakan, pertumbuhan industri makanan dan minuman terus tumbuh. Kepailitannya perusahaan itu menurutnya bukan karena iklim investasi industri makanan dan minuman yang sedang melemah.

"Industri mamin masih tumbuh tinggi. Kalau itu sih, individual case saja," kata Airlangga saat ditemui di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

Dalam pemaparan empat tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Airlangga menjelaskan capaian mayoritas sektor industri terus mengalami pertumbuhan.

"Rata-rata pertumbuhan sektor industri non migas 4,9 persen. Dari segi investasi mengalami peningkatan. Sub sektor makanan dan minuman tumbuh 9 persen," jelas dia.

Sampai dengan semester I-2018, industri makanan dan minuman tercatat menjadi sektor tertinggi penyumbang capaian investasi yakni 29,14 persen. Kemudian dilanjutkan sektor kimia sebesar 28,97 persen. Lalu, barang logam sebesar 18,89 persen.

Sebelumnya diwartakan, Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu Indorub melakukan ingkar janji atau wanprestasi terhadap perjanjian perdamaian atau homologasi dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terdahulu.

Menurut Hakim Ketua Abdul Kohar dalam pertimbangannya, wanprestasi karena kedua perseroan lalai melakukan pembayaran cicilan utang bunga.  Sampai dengan jatuh waktu pada 20 Maret 2017, Sariwangi AEA dan Indorub, tidak bisa membuktikan telah menunaikan kewajibannya kepada PT Bank ICBC Indonesia  (ICBC) selaku pemohon.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id