Warga padati rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) pada saat uji coba publik di Stasiun Bundaran HI, Jakarta. (FOTO: MI/Pius Erlangga)
Warga padati rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) pada saat uji coba publik di Stasiun Bundaran HI, Jakarta. (FOTO: MI/Pius Erlangga)

Eksistensi Gerai UMKM di Stasiun MRT

Ekonomi mrt Proyek MRT umkm
Husen Miftahudin • 19 Maret 2019 16:24
Jakarta: Kurang dari seminggu lagi masyarakat Ibu Kota akan punya moda transportasi massal baru, yakni Moda Raya Terpadu (MRT). MRT bakal diresmikan pada 24 Maret 2019. Direncanakan, Presiden Joko Widodo secara langsung akan meresmikan MRT.
 
Namun, MRT ini akan punya wajah beda dibanding transportasi massal lainnya. Beberapa stasiun MRT akan dilengkapi gerai-gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
 
Sebanyak 16 gerai UMKM akan memamerkan produk-produknya. Gerai-gerai UMKM itu terdiri dari delapan gerai kuliner, lima gerai fesyen, dan tiga gerai kriya atau kerajinan tangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ke-16 gerai UMKM itu bakal 'mejeng' di lima stasiun strategis MRT. Di antaranya, Stasiun Lebak Bulus (enam gerai), Stasiun Fatmawati (enam gerai), Stasiun Haji Nawi (satu gerai), Stasiun Blok A (satu gerai), dan Stasiun Dukuh Atas (dua gerai).
 
Upaya ini dilakukan PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dengan menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Produk UMKM yang ingin 'mejeng' di stasiun MRT terlebih dahulu diseleksi. Penyeleksian berlangsung pada Januari hingga 18 Februari 2019.
 
Bekraf menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon Retailer UMKM. Di antaranya, tidak mewaralabakan usaha yang dijalankan, memiliki media sosial atau website, serta diproduksi di dalam negeri.
 
Selain itu, usaha tidak memiliki toko di pusat perbelanjaan kategori A (mal kelas A) hingga bersedia untuk membuka toko di stasiun MRT minimal selama tiga bulan.
 
Masing-masing calon Retailer UMKM juga punya kriteria khusus di tiga kategori. Di kategori kuliner misalnya, pelaku usahanya harus bergerak dalam bidang ekonomi kreatif yang memiliki produk orisinil/asli, produk sesuai dengan karakteristik konsumen Indonesia, serta mengusung konsep grab-and-go.
 
Sementara kriteria khusus kategori fesyen, yakni rancangan produk yang ditawarkan harus cocok dengan karakteristik konsumen Indonesia. Tak lupa, di kategori ini juga produknya harus bergerak dalam bidang ekonomi kreatif yang memiliki produk orisinil/asli.
 
Pun pada kriteria khusus di kategori kriya. Selain produknya harus produk orisinil, pelaku usaha di kategori ini juga diwajibkan punya pengalaman membuka atau mengoperasikan toko selama minimal dua tahun.
 
Sebagai informasi, MRT Jakarta akan melintasi 13 stasiun dengan jarak 15,7 kilometer dari stasiun induk Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Total ada 16 rangkaian kereta yang dipersiapkan dengan dua rangkaian sebagai cadangan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif