Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah (paling kanan). (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah (paling kanan). (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

LPS: Perpindahan Dana Pihak Ketiga Tak Mengkhawatirkan

Ekonomi lps kssk
Ilham wibowo • 29 Januari 2019 12:53
Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan bakal terus menjaga stabilitas sistem keuangan. Pengamatan terhadap telah dilakukan pada pergerakan dana pihak ketiga dari bank yang pindah ke luar negeri (capital outflow).
 
"Kami melakukan pemantauan terhadap gerakan dana pihak ketiga tiga yang ada di perbankan, sekaligus juga melihat dampak yang ada terhadap kinerja bank-bank secara individual sesuai dengan tugas LPS," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019.
 
Halim menegaskan bahwa tidak ada eksodus dana nasabah dari perbankan dalam jumlah besar sepanjang 2018. Pergerakan dana pihak ketiga juga dinilai masih dalam batas-batas yang wajar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak terjadi perpindahan dana yang mengkhawatirkan, cakupan penjaminan masih sekitar 99,9 persen, ini menunjukkan kepatuhan masyarakat terhadap keamanan dananya di sektor perbankan kita masih tetap tinggi," ungkapnya.
 
Berdasarkan analisa LPS, pengetatan likuiditas sempat berpotensi terjadi. Namun, kondisi saat ini telah kembali menunjukkan perbaikan.
 
Sepanjang 2018 hingga awal minggu ketiga Januari 2019 rata-rata suku bunga deposito rupiah pada 66 bank benchmark telah meningkat sebesar 66 bps menjadi 6,71 persen. Sementara suku bunga valuta asing pada 19 bank banchmark pada periode yang sama meningkat 64 bps menjadi 1,21 persen.
 
"Pada beberapa bank memang terlihat suku bunga spesial rate, suku bunga yang khusus untuk nasabah prima, mereka itu menjadi lebih tinggi akhir-akhir ini," ujarnya.
 
LPS pun telah menaikkan suku bunga penjaminan sebesar 25 bps menjadi tujuh persen untuk simpanan rupiah di bank umum dan 9,5 persen untuk simpanan BPR. Sementara untuk tingkat bunga penjaminan valuta asing di bank juga naik sebesar 25 bps menjadi 2,25 persen yang berlaku untuk 13 Januari 2019 hingga 14 Mei 2019.
 
"Kami melihat penyesuaian suku bunga simpanan terhadap kenaikan suku bunga acuan diperkirakan akan terus meningkat tetapi dengan laju yang lebih lambat," pungkasnya.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif