PII Optimistis Target Penjaminan Infrastruktur Tercapai
Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) Armand Hermawan. Foto: Instagram Armandhermawan.
Jakarta: PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia optimistis penjaminan infrastruktur senilai Rp210 triliun mencapai target sampai akhir tahun ini. Saat ini PII telah memberikan penjaminan atas 16 proyek infrastruktur dengan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) senilai Rp176 triliun.
 
Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia Armand Hermawan menjelaskan, ke 16 proyek itu adalah, 1 proyek PLTU Batang, 10 proyek jalan tol (Batang-Semarang, Balikpapan-Samarinda, Pandaan-Malang dan Manado-Bitung, Jakarta-Cikampek II Elevated, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Cileunyi-Sumedang-Dawuan, Serang-Panimbang, Probolinggo-Banyuwangi dan Jakarta-Cikampek II Sisi Selatan). Kemudian, 2 proyek air minum (SPAM Umbulan dan SPAM Bandar Lampung) dan 3 proyek telekomunikasi (seluruh paket Proyek Palapa Ring yaitu Barat, Tengah dan Timur). 
 
Di luar proyek penjaminan murni, tahun ini PII menargetkan penyelesaian perjanjian penjaminan untuk tiga proyek infrastrutkur yang mendapat fasilitas penyiapan proyek.
 
Ketiga proyek itu yakni preservasi Jalan Lintas Timur Sumatra di Sumatra Selatan dan Riau, Kereta Api Makassar-Pare Pare, dan Rumah Sakit Dharmais.
 
Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatra telah memasuki tahap prakualifikasi untuk ruas Sumsel dan tahap FBC untuk ruas Riau. Di proyek senilai Rp2,2 triliun ini, sebanyak 16 badan usaha telah menyampaikan minat mengikuti lelang. Di proyek KA Makassar-Pare Pare tahapan telah sampai pada pengumuman hasil prakualifikasi.
 
Armand mengatakan, berdasarkan kajian IIGF Institute dan Universitas Indonesia tentang Analisis Dampak Ekonomi dari Penjaminan Infrastruktur di Indonesia, secara umum, terdapat tiga jenis dampak terhadap perekonomian yang ditimbulkan oleh keberadaan suatu proyek, termasuk proyek infrastruktur.
 
Pertama adalah penciptaan nilai tambah, kedua penciptaan pendapatan tenaga kerja dan ketiga adalah total lapangan kerja yang tercipta dari kehadiran proyek infrastruktur.
 
Armand mengungkapkan, proyek infrastruktur jalan tol Pandaan-Malang mendorong aktivitas ekonomi.Secara total, proyek itu memiliki nilai tambah bruto Rp14,95 triliun (present value), yang mendorong penambahan pendapatan rumah tangga sebesar Rp4,85 triliun.
 
Sementara itu, proyek infrastruktur internet Palapa Ring menciptakan nilai tambah bruto Rp14,99 triliun (present value), sedangkan besarnya tambahan kompensasi tenaga kerja yang tercipta sebesar Rp4,02 triliun.

Baca: PII Jamin Proyek SPAM di Bandar Lampung dengan Investasi Rp1,1 Triliun

Begitu juga dengan Proyek Penyediaan Air Umbulan, proyek infrastruktur itu memberikan akses air bersih yang terjangkau bagi masyarakat. Secara total proyek penyediaan air umbulan menciptakan nilai tambah bruto Rp3,4 triliun dalam harga konstan 2010. Angka ini terbilang cukup besar dibanding total input sebesar Rp2,85 triliun.
 
“Artinya ada nilai tambah yang tercipta akibat kegiatan proyek ini yang berdampak secara nasional terhadap perekonomian,” kata Armand.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id