Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan, curah hujan yang tinggi membuat harga cabai rawit merah mahal. Penurunan harga cabai tidak bisa diprediksi dengan baik karena musim hujan masih berjalan.
"Kita berdoa saja supaya tidak hujan," kata Enggar, ditemui di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis, 9 Februari 2017.
Jika ada harga cabai rawit yang stabil, Enggar menegaskan, hal itu terjadi karena di daerah tersebut mengalami curah hujan yang cukup stabil. Misalkan di Ambon, cabai rawit merah harganya hanya mencapai sebesar Rp55 ribu per kg.
Pemerintah, masih kata Enggar, belum ada rencana untuk membuka keran impor cabai rawit merah guna meredam harga sekarang ini. Pemerintah hanya bisa berdoa dan berharap agar curah hujan mengalami penurunan.
"Ya bagaimana. Kita pakai doa saja supaya enggak hujan," pungkas Enggar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News