Metrotvews.com, Batubara: Ratusan pengrajin ikan asin di Kecamatan Medang Deras, Batubara, Sumatera Utara terancam gulung tikar akibat kenaikan harga garam non-yodium.
Harga garam naik hampir dua kali lipat dari biasanya. Kenaikan harga garam ini diduga disebabkan oleh persediaan garam di dalam negeri yang mulai menipis.
Para pengrajin ini, Minggu 12 Maret 2017, mengeluhkan kenaikan harga garam yang sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Menurut mereka, biasanya harga garam non-yodium berkisar Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per karung untuk ukuran 50 Kg. Namun saat ini harganya mencapai Rp140 ribu per karung.
Alhasil, penghasilan para pengrajin tergerus akibat biasya produksi yang membengkak. Bahkan beberapa pengrajin terpaksa menghentikan kegiatan produksi.
Salah satu pengrajin ikan asin, M Idris berharao Pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga garam non-yodium, agar usaha pembuatan ikan asin dapat terus bertahan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan