Kapal pesiar Inggris MV Caledonian Sky. (FOTO: AFP)
Kapal pesiar Inggris MV Caledonian Sky. (FOTO: AFP)

Luhut Sudah Pegang Data Kerusakan Terumbu Karang Raja Ampat

Ekonomi terumbu karang raja ampat
Annisa ayu artanti • 24 Maret 2017 15:12
medcom.id, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan sudah mendapatkan data-data terkait kerusakan terumbu karang di Raja Ampat, Papua Barat akibat tertabrak kapal MV Caledonian Sky.
 
Luhut menyebutkan, timnya sudah kembali pulang dari Raja Ampat dan sedang menyusun laporan hasil temuan di sana. Menurut dia, kapal pesiar tersebut telah merusak terumbu karang seluas lebih dari 19.000 meter persegi dan memusnahkan lebih dari 13.000 terumbu karang.
 
"Kita sudah langsung bertindak dan kita sudah identifikasi masalahnya. Saya kira hampir selesai ya. Tim juga sudah pulang. Tinggal susun laporannya. Kita sudah menemukan kerusakan yang disebabkan itu, karangnya itu hampir 19 ribu meter kuadrat, yang rusak terumbu karang 13.000," beber Luhut di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat 24 Maret 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?




 
Luhut menegaskan, untuk memulihkan dan memperbaiki kondisi terumbu karang seperti sediakala memerlukan waktu yang cukup lama. Apalagi, ada beberapa spesies yang memerlukan waktu ratusan tahun untuk bisa tumbuh kembali.
 
"Itu membutuhkan waktu yang bervariasi untuk recovery. Bisa lima puluh tahun, bisa 100 tahun tergantung jenis karang itu. Sekarang sedang kita evaluasi," ujar dia.
 
Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) beserta tim sedang menghitung total kerugian yang disebabkan akibat insiden yang menjadi sorotan dunia tersebut.
 
Luhut Sudah Pegang Data Kerusakan Terumbu Karang Raja Ampat
Kapal pesiar Inggris MV Caledonian Sky. (FOTO: AFP)
 
"Kementerian lingkungan hidup juga bekerja sama dengan kami, kita lihat dari perkiraan ekonomi dan opportunity loss akibat itu, sedang kita hitung. dan bagusnya dari pihak asuransi juga sudah terlibat dalam perhitungan itu dan membuat data itu. Kemudian duta besar Inggris juga sudah saya undang dan ajak bicara. Ini juga melibatkan Swedia. Melibatkan Bahama juga," tutur dia.
 
Lantas, terkait langkah yang akan ditempuh Indonesia, mantan Menkopolhukam ini menambahkan pemerintah akan segera bertindak ketika data-data tersebut sudah lengkap.
 
"Kita tidak mau dong bereaksi sebelum kita dapat data lengkap. Nanti kalau kita membuat tindakan-tindakan, ternyata data yang kita terima belum lengkap, nanti kita salah juga," pungkas dia.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif