"Kita tahu bersama bahwa salah satu komoditas pangan tersebut harganya di pasaran cukup tinggi, apalagi cabai merupakan bumbu dapur yang dibutuhkan semua orang," kata Irwan, seperti dikutip dari Antara, di Sigi, Selasa 28 Februari 2017.
Menurutnya kondisi itu kian penting lantaran permintaan pasar terhadap komoditas cabai baik pasar lokal maupun di luar wilayah Sulteng terus meningkat. Cabai, kata dia, adalah tanaman pertanian yang mudah dikembangkan. Benih cabai banyak tersedia di toko-toko pertanian dan harganya tidak mahal atau dapat dijangkau masyarakat.
Keuntungan menanam cabai, masih kata Irwan, antara lain memenuhi kebutuhan rumah tangga sendiri dan bisa menjualnya ke pasaran untuk menambah penghasilan keluarga. "Saya mengajak masyarakat untuk menanam cabai, termasuk di pekarangan rumah," tuturnya.
Bupati Irwan menambahkan, Pemkab Sigi, beberapa waktu lalu, sudah mencanangkan satu desa satu komoditas atau produk unggulan. Program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sigi selama ini merupakan sentra produksi tanaman pertanian pangan dan hortikultura yang sebagian besar hasil petani dijual di Palu dan juga keluar daerah. Di Pasar Tradisional Masomba Palu, misalnya, harga cabai mencapai sekitar Rp140 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News