Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah dalam konferensi pers di Kantor LPS. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah dalam konferensi pers di Kantor LPS. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin

Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah Jadi 6%

Ekonomi lps bank perkreditan rakyat (bpr)
Husen Miftahudin • 24 Januari 2020 15:19
Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menurunkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Penurunannya masing-masing sebesar 25 basis poin (bps).
 
"Rapat dewan komisioner pada pagi hari ini memutuskan untuk menurunkan tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di Bank Umum dan BPR masing-masing 25 basis poin. Sementara penjaminan di bank asing tetap," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah dalam konferensi pers di Kantor LPS, Equity Tower, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Dengan demikian, tingkat bunga penjaminan LPS untuk Bank Umum rupiah sebesar 6,00 persen, valuta asing (valas) 1,75 persen, serta BPR dalam rupiah sebesar 8,50 persen. Tingkat bunga penjaminan ini berlaku sejak 25 Januari 2020 sampai dengan 29 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Halim, perubahan tingkat bunga penjaminan simpanan didasarkan pada beberapa pertimbangan. Antara lain, suku bunga simpanan perbankan masih menunjukkan tren penurunan meski dengan laju yang lebih lambat pascaberakhirnya tren penurunan suku bunga kebijakan moneter di Oktober 2019.
 
Pascapenurunan suku bunga kebijakan moneter BI 7-Days Repo Rate sebesar 100 basis poin dan The Fed sebesar 75 basis poin sepanjang Juli-Oktober 2019, suku bunga simpanan perbankan masih menunjukkan tren penurunan di awal 2020 dengan laju yang lebih lambat.
 
"Ruang penurunan suku bunga simpanan perbankan masih cukup terbuka mengingat proses penyesuaian suku bunga perbankan terhadap BI 7-Days Repo Rate sepanjang 2019 yang turun sebesar 100 basis poin masih berlangsung. Di saat yang sama, arah kebijakan moneter dan makroprudensial dari Bank Indonesia masih akomodatif untuk menjaga momentum pertumbuhan," bebernya.
 
Selanjutnya, LPS melihat kondisi dan prospek likuiditas perbankan terpantau stabil dengan kecenderungan membaik sejalan dengan pertumbuhan simpanan yang lebih seimbang dengan laju ekspansi kredit.
 
LPS akan melakukan evaluasi serta penyesuaian terhadap kebijakan tingkat bunga penjaminan sesuai dengan perkembangan suku bunga simpanan perbankan dan hasil asesmen atas perkembangan kondisi ekonomi, likuiditas, serta stabilitas sistem keuangan.
 
"Kami juga menyampaikan kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan agar tidak dirugikan. Dan dalam rangka perlindungan nasabah ini, LPS mengimbau perbankan memberitahukan hal ini kepada nasabahnya agar perbankan selalu melihat berapa tingkat bunga penjaminan LPS dalam menetapkan suku bunga simpanannya," tutup Halim.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif