Ilustrasi. FOTO: dok MI.
Ilustrasi. FOTO: dok MI.

Eximbank-Himbara Fokus Cari Solusi PKPU Duniatex

Ekonomi indonesia eximbank Himbara
Antara • 04 Oktober 2019 16:10
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dan Himpunan Bank Negara (Himbara) konsentrasi mencari kesepakatan terbaik mengenai proses Penundaan Pembayaran Utang (PKPU) terhadap Duniatex Group.
 
"Sekarang sudah masuk dalam proses PKPU, tentu saja semuanya konsentrasi bagaimana memperoleh hasil kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Kita dengan Himbara sedang berdiskusi karena ada aspek-aspek yang sifatnya keberlangsungan ekonomi supply chain yang bergantung pada industri ini," ujar Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 4 Oktober 2019.
 
Ia menambahkan pihaknya berkomitmen untuk mencari skema penyelesaian terbaik bagi Duniatex Group agar tidak berimbas pada industri dan tetap menjunjung prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak bisa cerita seperti apa. Banyak pihak yang terlibat, akan ada skema dengan perbankan lainnya. Dan bagaimana industri ini tidak jatuh," katanya.
 
Terkait sikap LPEI terhadap pembiayaan industri tekstil ke depan, Sinthya mengatakan pihaknya akan selektif namun tetap berupaya untuk meningkatkan ekspor.
 
"Kembali lagi, mandatnya LPEI kan mendorong ekspor nasional, yang penting bagaimana mitigasi risiko. Dilihat juga kebijakan dan prioritas pemerintah. Secara mandat, pada saat perbankan tidak bisa menyediakan LPEI harus bisa memastikan dukungan pembiayaan," ucapnya.
 
Duniatex merupakan produsen tekstil terbesar di Indonesia dan pabrik-pabriknya berlokasi di sejumlah daerah di Jawa Tengah dengan karyawan mencapai sekitar 45 ribu orang.
 
Sebelumnya Sinthya mengemukakan bahwa Eximbank sudah menyalurkan pembiayaan kepada Duniatex Group sejak 2007 dan saat ini telah menyalurkan total pinjaman sebesar Rp3,04 triliun.
 
Total dana tersebut dibagi dalam beberapa bagian, seperti Rp2,12 triliun untuk Kredit Modal Kerja (KMK) pinjaman jangka pendek, Rp755,88 miliar untuk pinjaman jangka panjang, serta Rp173,19 miliar untuk porsi jangka pendek dari pinjaman bank jangka panjang.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif