Illustrasi. Foto  : AFP.
Illustrasi. Foto : AFP.

Cara Kemenperin agar Sektor Animasi Berkontribusi Tinggi ke PDB

Nia Deviyana • 02 September 2019 15:03
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memperkuat  Industri animasi dalam upaya mendukung era ekonomi digital dan penerapan industri 4.0. Salah satu langkah strategis yang telah dijalankan secara kontinyu adalah menggelar Diklat 3 in 1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja).
 
"Industri animasi merupakan salah satu sektor industri kreatif yang cukup potensial untuk tumbuh dan berkembang di masa mendatang. Sektor ini juga kami yakini bisa memberikan kontribusi yang signfikan terhadap perekonomian nasional," kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko S.A Cahyanto melalui keterangan resminya, Senin, 2 September 2019.
 
Sepanjang 2018, industri kreatif mampu menyumbang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan mencapai Rp1.000 triliun. Adapun tiga subsektor yang menjadi penopang utamanya, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen (18,15 persen), dan industri kriya (15,70 persen). Untuk industri animasi, pertumbuhannya kian melesat di atas 6 persen.

Mengenai Diklat 3 in 1, lanjut Eko, pihaknya melalui Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar melaksanakan Pembuatan Aset Animasi 3 Dimensi angkatan XIII dan Pembuatan Gerak Animasi 3 Dimensi angkatan XXII-2019 di Bali Creative Industry Center (BCIC), Denpasar, Bali selama 30 hari ke depan. Acara telah dibuka secara resmi oleh Kepala BPSDMI pada 28 Agustus 2019.
 
“Peserta kali ini diikuti sebanyak 48 orang dari berbagai daerah, seperti dari Aceh, Lampung, Banten, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, sampai Jogja,” sebutnya. Selama program pelatihan ini, para peserta tidak dipungut biaya.
 
"Kami berharap, setelah lulus nanti, mereka menjadi SDM unggul untuk mewujudkan visi Indonesia maju. Artinya, mereka siap kerja, yang dibuktikan dengan sertifikasi. Kami juga dukung apabila ada yang ingin menjadi entrepreneur, karena bisa menyerap tenaga kerja baru,” paparnya.
 
Eko menjabarkan para peserta bakal dididik dan dilatih oleh instruktur yang merupakan praktisi industri, serta akan diuji kompetensinya di akhir pelatihan oleh para asesor dari LSP BDI Denpasar.
 
Pada akhir program, para peserta diharapkan siap ditempatkan langsung pada perusahaan-perusahaan animasi nasional. "Untuk angkatan XIII, kami fasilitasi kerja sama dengan PT Castle Production, sedangkan untuk angkatan XXII bekerjasama dengan PT Jitu Kreasi Utama," kata Eko.
 
Pada 2019, BDI Denpasar menargetkan mampu menghasilkan lulusan Diklat 3 in 1 hingga 2.000 orang. Berbagai program pelatihan telah dilaksanakan dari awal Januari dan berakhir bulan Desember, yang meliputi pelatihan di bidang animasi, programing, dan desain grafis.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan