Indonesia-Jerman Kerja Sama Program Vokasi

Eko Nordiansyah 24 Oktober 2018 21:04 WIB
indonesia-jerman
Indonesia-Jerman Kerja Sama Program Vokasi
Illustrasi. Dok:AFP.
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri Trier Jerman (IHK Trier) tentang Implementasi Program Kemitraan Pendidikan Kejuruan atau vokasi di Indonesia. 

Program Kemitraan Pendidikan Kejuruan ini merupakan bagian dari Kerja sama Teknik Bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Jerman yang dibiayai oleh Pemerintah Republik Federal Jerman melalui organisasi pengembangan Jerman, Sequa.

"Dasar dari program ini,  adalah persetujuan dari Kementerian Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi Jerman (BMZ)," Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan UKM Kemenko Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin di Jakarta Pusat, Rabu 24 Oktober 2018.

Program Kemitraan Pendidikan Kejuruan ini juga tertera dalam Protokol Negosiasi Kerja Sama Pembangunan antara Indonesia dan Jerman tertanggal 17 – 18 Juli 2017. Kerja Sama Teknik Bilateral yang baru dilanjutkan terhitung setelah MoU ditandatangani sampai dengan 31 Maret 2021.

Waktu yang disepakati untuk pelaksanaan program yang telah berjalan adalah tahap I dari 1 Februari 2012 sampai 31 Januari 2018 yang diperpanjang dengan tahap II dari 31 Januari 2018 sampai dengan 31 Maret 2018.

Rudy menerangkan inti program kemitraan yang akan dilaksanakan pada tahun 2018-2021 ini. Program Kemitraan IHK Trier Jerman menitikberatkan pada tiga hal, pengembangan dokumen-dokumen/ instrumen-instrumen untuk pendidikan kejuruan di industri, penetapan infrastruktur untuk kualifikasi pelatih tempat kerja, dan pemberdayaan organisasi-organisasi bisnis di Indonesia untuk koordinasi antara sekolah dan industri.

”Pengembangan pendidikan kejuruan sistem ganda berdasarkan contoh Jerman di Indonesia diharapkan dapat menurunkan angka pengangguran anak muda yang tinggi dan meningkatkan kompetensi keahlian. Kita harus memastikan dunia usaha dan dunia industri sendiri yang mengintegrasikan pembelajaran di perusahaan dalam pendidikan kejuruan sistem ganda,” jelas. 

Program Kemitraan 2018-2021 ini, kata Rudy, menggandeng sisi industri yang selama ini kurang dilibatkan dalam pendidikan kejuruan dan mengembangkan struktur yang menyeluruh untuk organisasi-organisasi mitra di Indonesia, yang dijadikan sebagai contoh sukses untuk multiplikasi. 

Kemudian, organisasi-organisasi mitra dari dunia usaha dan dunia industri di Indonesia juga diharapkan dapat menentukan target dan isi program secara signifikan. Karena itu, Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang secara konsisten digunakan dalam program. 

Terakhir, pengalaman dan keahlian dari Jerman akan secara khusus disampaikan oleh para pelaku yang setiap harinya berkecimpung di bidang pendidikan kejuruan dan pelatihan.

Sementara Kadin Indonesia serta Pusat Pelatihan Kadin Jawa Tengah (EduKadin) dan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jawa Timur akan menjadi mitra Program Kemitraan 2018-2021 ini. 

"Program ini juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemerintah terkait, program-program bantuan lainnya, sekolah-sekolah kejuruan, asosiasi-asosiasi profesi dan perusahaan-perusahaan terkait," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id