Perdagangan di Perbatasan Bakal Berhadapan dengan TNI

Ilham wibowo 23 Oktober 2018 19:26 WIB
perdagangan bebasperbatasan
Perdagangan di Perbatasan Bakal Berhadapan dengan TNI
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Kautsar Widya)
Jakarta: Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali dilibatkan dalam pengamanan lalu lintas barang di kawasan perbatasan dan perlindungan konsumen. Dukungan dari TNI sangat diperlukan khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh pelaksana tugas pengawasan Kementerian Perdagangan.

Nota kesepahaman telah dilakukan dengan penandatanganan dokumen oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Kerja sama ini merupakan perpanjangan dari kegiatan serupa yang telah terjalin bersama TNI AD sejak 2013.

"Kerja sama antara Panglima TNI dengan saya ini dalam upaya kita menjaga di perbatasan, banyak hal yang biasa terjadi termasuk arus barang masuk secara ilegal," ucap Enggar di Auditorium gedung utama Kemendag, Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

Kerja sama kali ini dilakukan dengan lingkup yang lebih luas untuk mengakomodasi celah potensi barang ilegal. Seluruh matra TNI baik jajaran TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU dilibatkan dalam tugas pokok perlindungan negara selain perang ini.

"Potensi kerawanan bisa terjadi di perbatasan yang dijaga betul oleh TNI, demikian juga perlindungan konsumen," kata Enggar.

Saat ini Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kemendag yang khusus untuk perlindungan konsumen ada sebanyak 56 orang dan PPNS perdagangan sebanyak 57 orang, pengawas barang dan jasa Kemendag berjumlah 41 orang, petugas tertib niaga 55 orang dan petugas metrologi sebanyak 11 orang. Jumlah tersebut tak bisa mengimbangi luas teritorial NKRI dari masuknya barang selundupan.

Menurut Enggar, sinergi penegakan hukum pengawasan dan pengamanan antara Kemendag dan TNI menjadi sangat penting dilakukan. Sehingga perekonomian di Tanah Air terus tumbuh dan masyarakatnya terlindungi dari praktik ilegal.

"Pemerintah adalah satu, pada posisi yang masing-masing sesuai tupoksinya tetapi kita bersatu, tidak ada sekat-sekat," tandasnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pihaknya siap mendukung pengamanan lalu lintas perdagangan dan perlindungan konsumen. Seluruh pos perbatasan diminta siaga dalam melindungi NKRI termasuk sektor aktivitas keluar masuk barang.

"Kerja sama pengamanan dan perlindungan konsumen di Perbatasan tepat dikaitkan tugas TNI untuk kepentingan bangsa dan negara. TNI akan selalu mendukung kepentingan bangsa dan negara dan masyarakat kemudian akan merasakan gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo," ungkapnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id