Pameran Franchise & Business Concept (IFBC). (FOTO: Medcom.id/Aditya Prakasa)
Pameran Franchise & Business Concept (IFBC). (FOTO: Medcom.id/Aditya Prakasa)

Inovasi, Kunci Memulai Bisnis Waralaba

Ekonomi pameran waralaba
P Aditya Prakasa • 29 April 2019 07:07
Bandung: Hilang dan munculnya sebuah perusahaan waralaba merupakan seleksi alam. Perkembangan zaman membuat persaingan usaha menjadi lebih ketat.
 
Public Relation PT Neo Expo Promosindo dan Rangkaian Nasional Info Franchise & Business Concept (IFBC) Fredy Ferdianto menilai masyarakat saat ini sudah lebih cerdas dalam memilih bisnis waralaba. Salah satunya memilih merek besar yang telah bertahan lama dan terus berinovasi.
 
"Saya rasa masyarakat sudah pintar sekarang. Jadi mereka sudah tahu yang mana namanya franchise dan biasanya mereka cari aman dengan memilih brand besar yang sudah terbukti bertahan lama," ujar dia kepada Medcom.id di Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Minggu, 28 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fredy mengatakan untuk mempertahankan bisnis tersebut tetap hidup memang tidak mudah, apalagi jika kurang inovasi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya merek waralaba yang bangkrut.
 
"Karena masyarakat Indonesia tipikal yang bosan. Bertemu hal baru ingin coba. Nah itu yang dilakukan seharusnya dengan berinovasi dan tidak latah, jadi harus mempunyai sesuatu yang lebih dan berbeda," jelasnya.
 
Di samping itu, lanjut Fredy, dengan menjamurnya bisnis waralaba mampu mengatasi pengangguran di Indonesia. Menurut survey, industri waralaba nasional pada 2014 mencatat pendapatan sebesar Rp172 triliun, yang berasal dari 698 merek waralaba, di mana 63 persennya merupakan peluang usaha.
 
"Tenaga kerja langsung yang terserap mencapai sekitar 910 ribu orang, belum termasuk jumlah orang lainnya yang mendapatkan manfaat dari industri ini. Usaha ini bisa berkontribusi membuka peluang kerja dan mengurangi tingkat pengangguran dengan berwirausaha," papar dia.
 
Di sisi lain, tutur dia, setelah 150 kali terselenggaranya pameran IFBC di Bandung sejak 2015 lalu, tak sedikit berbagai merek usaha waralaba yang datang dan pergi. Namun dengan digelarnya kegiatan tersebut, juga memberikan wawasan agar konsisten dalam menjalani bisnis.
 
"Dari 150 kali ada yang bertambah ada yang berkurang, seleksi alam mungkin karena persaingan saingan, banyak brand baru yang mirip dengan yang lama tapi lebih berinovasi, sehingga yang lama enggak percaya diri dan jadi tergerus. Tapi ada juga yang bertahan dan berinovasi," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif