Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

Kapal MOS Meledak, Kemenaker Minta Korban Dapat Asuransi Kecelakaan

Ekonomi kapal terbakar berita kemenaker
Angga Bratadharma • 25 April 2019 23:04
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengungkapkan pengawas ketenagakerjaan masih menyelidiki kecelakaan kerja di Karimun, Kepulauan Riau. Penyelidikan itu dilakukan akibat terbakarnya kapal yang terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Karimun, Kepulauan Riau.
 
Adapun telah terjadi kecelakaan kerja di PT Multi Ocean Shipyard (MOS), di mana salah satu kapal yang sedang melakukan perbaikan, terbakar, Rabu 24 April sekitar pukul 17.30 WIB. Kepala Biro Humas Kementerian Ketenagakerjaan Soes Hindharno menyebutkan ketenagakerjaan terus melakukan koordinasi dan kerja sama.
 
Kerja sama yang dilakukan itu bersama dengan pihak kepolisian, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perhubungan Laut, rumah sakit, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk menangani masalah ini. Tentu harapannya pekerja yang menjadi korban bisa mendapatkan hak-haknya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengawas ketenagakerjaan di tingkat pusat dan pengawas di tingkat dinas tenaga kerja setempat terus bekerja sama dengan pihak kepolisian. Hal itu untuk membantu proses penyelidikan dan penyidikan di lokasi kejadian," kata dia, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis 25 April 2019.
 
Ia menjelaskan penyelidikan yang dilakukan pengawas ketenagakerjaan guna mendapatkan informasi yang akurat mengenai kecelakaan kerja tersebut. Penyelidikan difokuskan kepada kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya kecelakaan kerja yang terkait norma-norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
 
Pengawas ketenagakerjaan juga mengawasi pihak perusahaan untuk memastikan para pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tersebut mendapat hak-haknya berupa asuransi kecelakaan kerja dan tunjangan lainnya. Hal ini pun sedang dikoordinasikan dengan BPJS Ketenagakerjaan.
 
"Petugas pengawas ketenagakerjaan masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap lokasi kerja, Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib dipakai para pekerja, serta lingkungan sekitar lokasi kejadian," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif